Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-12-2011
  • 413 Kali

Cegah Difteri, Pemkab Sumenep Gelar Sosialisasi Dan Imunisasi

News Room, Kamis ( 15/12 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep menggelar Sosialiasi Imunisasi BLF dan ORI, dalam rangka menurunkan angka penderita sekaligus menekan kasus difteri di Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat membuka kegiatan sosialisasi di Gedung Arya Wiraraja Kantor Bupati, Kamis (15/12) mengatakan, sosialisasi imunisasi BLF dan ORI dilakukan, karena di Kabupaten Sumenep sudah ada warga yang menderita penyakit difteri. Sehingga pihaknya perlu melakukan sosialiasi, agar semua pihak terkait bisa menyusun langkah-langkah konkrit guna menurunkan dan mencegah kasus difteri. ”Pelaksanaan sosialiasi tersebut diantaranya sebagai salah satu upaya untuk menurunkan dan menekan angka kasus difteri, karenanya, kami harapkan melalui sosialisasi ada titik temu bagi semua pihak terkait, untuk memulai dan mengakhiri gerakan dalam rangka penurunan dan penekanan angka kasus difteri,”tegasnya. Bupati menyatakan, angka kasus difteri di Kabupaten Sumenep terus bertambah, buktinya berdasarkan data dinas kesehatan angka kasus difteri sebanyak 23 kasus dan diantaranya 2 orang penderita meninggal dunia. ”Penderita penyakit difetri sebanyak 23 orang tersebut tersebar di 16 Puskesmas se Kabupaten Sumenep,”imbuhnya. Pihaknya meminta pihak terkiat dan elemen masyarakat untuk mengajak warga masyarakat agar aktif mendatangi posyadu guna memberikan imunisasi bagi anak-anaknya terutama mencegah penyakit difteri. ”Mari kita bersama-sama menyadarkan masyarakat untuk mencegah penyakit difteri dengan imuniasi yang lengkap. Pada tahun 2012 di Anggaran Pendapan dan Belanja Daerah (APBD), kami lebih banyak anggaran kesehatan untuk pencegahan penyakit dari pada mengobati penyakit.”ungkapnya Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kab Sumenep dr. Hj. Jetty Nurdiah Ningrum, M.Si mengungkapkan, jumlah sasaran imunisasi ORI di Kabupaten Sumenep, yakni anak usia 12 bulan hingga 36 bulan sebanyak 14.703 anak, anak usia 3 tahun hingga 7 tahun sebanyak 31.594 anak, anak SD/MI kelas I sebanyak 19.813 anak, anak SD/MI kelas 2 hingga kelas 3 sebanyak 37.355 anak, anak SD/MI kelas IV Hingga kelas VI sebanyak 54.529 anak dan siswa SLP kelas 7 hingga keals 9 sebanyak 43.498 anak. ”Penanggulan KLB Difteri yang sudah dilaksanakan pemberian imunisasi ORI mulai 10 Oktober di posyadu dan puskesmas serta unit kesehatan lainnya di daerah kasus. Serta pengutan survelan dalam rangka deteksi dini di puskesmas dan rumah sakit termasuk mengisolasi kasus difteri dan penanganan kontak,”katanya. ( Yask, Esha )