Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-12-2009
  • 647 Kali

Butuh Penambahan Pembangunan Sarana Infrastruktur

News Room, Jum’at ( 25/12 ) Meskipun hampir setiap tahun ada pelaksanaan pembangunan jalan beraspal dan makadan di Desa Sawah Sumur Kecamatan Arjasa Pulau Kangean, rupanya belum menjangkau semua jalan yang menjadi sarana transportasi masyarakat setempat, sehingga jika musim hujan datang, seringkali beberapa ruas jalan menjadi becek dan licin. Dan masyarakat menjadi malas untuk keluar rumah dan memilih bepergian jika tanah mulai agak mengering. Hal tersebut diakui Kepala Desa Sawah Sumur, Sukarinomo kepada News Room melalui telpon selulernya tadi pagi, Jum’at (25/12). Menurutnya, hujan yang mengguyur Desanya dalam seminggu terakhir ini, telah membuat beberapa ruas jalan sulit dilewati. “Misalnya saja dari Dusun Banyupinang ke Dusun Panebaan yang berjarak sekitar 5 kilometer, masih sekitar 2 kilometer yang beraspal dan jalan makadam, sedangkan sisanya masih merupakan jalan setapak yang licin dan berbatu, utamanya ketika melewati Gunung Gelugur,”ujar Sukarinomo. Karena itu, Sukarinomo berharap, pelaksanaan pembangunan jalan makadam dan jalan beraspal di Desanya terus dilakukan, sehingga secara bertahap kawasan pedesasaan di kepulauan semakin baik. Sebenarnya, berbagai program pemerintah pusat hingga daerah sudah banyak menyisir hingga pelosok Desa daratan dan kepulauan. Hanya saja diakui Kades yang menjabat kedua kalinya ini, masih banyak kekurangan hingga pada persoalan ketidak puasan dalam pelaksanaannya. Namun, diakui dari program pembangunan yang sifatnya pemberdayaan masyarakat, hasilnya lebih baik dan betul-betul merasa dimiliki sendiri oleh masyarakat. Dicontohkan, kegiatan Program Padat Karya yang diperoleh melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep tahun 2009 ini, disamping cepat dalam penyelesaiannya, juga bisa bertambah dari target yang ada dalam perencanaan. Dari rencana sekitar 600 meter jalan makadam, namun berkat partisipasi dan swadana dari masyarakat, hingga bisa menambah 50 meter. Beberapa program pembangunan dengan pola pemberdayaan masyarakat dan swakelola, yang benar-benar dapat lebih menyentuh dan memberdayakan masyarakat setempat. Seperti halnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin), Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (P2IP), Padat Karya dan sebagainya. (Ren, Esha)