News Room, Kamis ( 07/07 ) Warga masyarakat Kabupaten Sumenep, yang berstatus penyandang buta huruf/aksara sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2010 termasuk urutan tertinggi ke dua di Jawa Timur. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, beberapa hari lalu, pihaknya menerima data verifikasi BPS Jawa Timur yang menyebutkan data penyandang buta huruf sebanyak 212.266 orang dari 1 juta lebih penduduk di Sumenep. Sementara, jika secara nasional, penyandang buta huruf di Sumenep pada posisi ke tiga terbanyak. Angka penyandang buta huruf yang mencapai 212.266 orang itu merupakan angka yang besar, karena itu pihaknya setelah menerima data tersebut meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep membuat program kerja yang riil, guna mengurangi jumlah penyandang buta huruf tersebut. ”Kami harapkan Dinas Pendidikan ada langkah bersama untuk mengurangi angka buta huruf tersebut, bahkan juga menjalin kerjasama dengan semua elemen, termasuk jajaran di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep. Sebab bagaimanapun juga, untuk mengurangi masyarakat buta huruf tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja, tapi harus melibatkan semua pihak," paparnya. Bupati menyatakan, pihaknya menginformasikan pada publik, tentang angka masyarakat penyandang butu huruf, agar semua lapisan dan lembaga masyarakat mengetahui tentang warga masyarakat yang buta huruf, sehingga akan lahir kepedulian dari semua eleman dan lembaga masyarakat ikut andil membantu Pemerintah Daerah untuk melakukan kegiatan program pengentasan buta huruf. ”Sesuai data tersebut, dari 212.266 penyandang buta huruf di Sumenep, sebanyak 139.741 orang berjenis kelamin perempuan dan sisanya sebanyak 72.525 adalah laki-laki. Sementara dari segi umur, penyandang buta huruf terbanyak adalah warga Sumenep yang berusia 45 hingga 64 tahun yang mencapai 111.066 orang,”ungkapnya. ( Yasik,Esha )