Sumenep-Kominfo News Room : Penantian panjang masyarakat Pulau Giliraja Kecamatan Giligenting akan ketersedian air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari segara terwujud, setelah Pemerintah Daerah meresmikan pembangunan desalinasi (penyulingan air laut menjadi air bersih) yang berlokasi di Desa Banbaru. Pembangunan desalinasi yang menelan biaya sebesar Rp. 1 milliar lebih itu, setiap harinya mampu memproduksi air bersih sebanyak 15.000 liter. Ditemui disela-sela peresmian pembangunan desalinasi, Selasa pagi (19/12) Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM mengatakan, pembangunan desalinasi air laut di pulau Giliraja, sejatinya merupakan upaya pemerintah daerah guna membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, mengingat selama ini didaerah itu hanya mempunyai satu sumur yang berada di Desa Banmaleng yang menjadi tumpuhan masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Namun demikian, menyikapi kebutuhan air bersih yang sangat mendasar di daerah kepulauan itu, pemerintah daerah tetap akan mengupayakan pengadaan air bersih melalui geolistrik. Bupati menambakan, untuk pembangunan desalinasi air laut di daerah kepulauan lainnya, pemerintah daerah masih akan menunggu hasil pemanfataan desalinasi air laut di Desa Banbaru pulau Giliraja ini, terutama tentang kemampuan masyarakat dalam mengelolanya, karena jika masyarakat tidak mampu mengelola, sudah pasti pembangunan desalinasi air laut itu tidak akan bermanfaat bagi masyarakat, tetapi justru merugikan masyarakat. Ditempat yang sama Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Drs. Moh. Fadilah, M.Si menerangkan, untuk mengoperasionalkan desalinasi air laut ini membutuhkan biaya Rp. 112.050,00 per 15.000 liter setiap hari untuk keperluan biaya listrik, disinvektan, mengganti filter dan cadangan metenir pompa dan operator. Pembangunan desalinasi air laut ini juga merupakan pilot project Kabupaten Sumenep dan satu-satunya di Proipinsi Jawa Timur. ( Yasik, Esha )