Sumenep-Infokom News Room : Bupati Sumenep, Drs. Endro Siswantoro, M.Si hari Selasa (19/07) melakukan Silaturrahim ke Kecamatan Rubaru, Dasuk, Ambunten, Pasongsongan dan Batuputih. Selain kegiatan itu sebagai sarana silaturrahim, acara tersebut juga sebagai Inspeksi mendadak (Sidak) terhadap jajarannya di tingkat Kecamatan terhadap pelaksanaan pembangunan masyarakat desa. Dan aparatur pemerintah sebagai pelayan masyarakat, agar melaksanakan tugasnya seoptimal mungkin. Menurut Bupati Endro Siswantoro, masalah kesehatan yang saat ini menjadi skala dasar pembangun pemerintah atas konsekwensi subsidi BBM dan dalam rangka program pemerintah mengatasi gizi buruk, Camat beserta jajarannya untuk melakukan pencacahan yang akurat tentang jumlah penduduk kurang mampu, guna mendapatkan Kartu Asuransi Kesehatan (Askes), dan mendata bayi atau anak gizi buruk agar secepatnya ditangani, sebab pemerintah Propinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu telah menyalurkan bantuan susu bergizi bagi anak yang menderita gizi buruk. Disamping itu diharapkan, untuk mengawasi tentang penyaluran Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKBS- BBM), sehingga penyalurannya tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bupati menambahkan, dengan subsidi kompensasi BBM itu, akan mampu mengurangi angka masyarakat yang tidak mengenyam bangku pendidikan, sebab dari jumlah 36 juta penduduk Jawa Timur saat ini, dan sekitar 60 prosen, mereka berpendidikan SD. Padahal pendidikan merupakan salah satu faktor peningkatan sumber daya manusia (SDM), sebab jika dunia pendidikannya rendah, maka akan berdampak terhadap kehidupannya, utamanya dalam mendapatkan lapangan pekerjaan, sehingga mereka hanya memperoleh penghasilan yang sangat kecil dan hal itu juga akan berdampak terhadap kesehatan. Disamping itu, silaturrahim yang diikuti Kepala Dinas Infokom Kabupaten Sumenep, H. Saiful Anwar, SH, M.Si, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Drs. H. Suud Suganda dan Dinas Kesehatan itu, Bupati Endro Siswantoro juga mengharapkan aparaturnya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, agar tidak mengidolakan tanaman tembakau saja, mengingat harga beli perusahaan tembakau setiap tahun makin menurun, dan masyarakat dituntut untuk mencari tanaman alternatif yang memiliki peluang dimasa mendatang. Dicontohkan Bupati, tanaman alternatif itu seperti melon atau cabe jamu. Bahkan Bupati menandaskan, memasuki era industrialisasi 5 tahun kedepan, masyarakat sejak dini sudah mempersiapkan diri dengan ketrampilan seperti montir dan keahlian membuat kerajinan lokal. Untuk itu jelas Bupati, masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) guna mendapatkan ketrampilan, baik dunia montir atau kerajinan lokal tersebut. Bupati juga mengatakan, masyarakat lebih meningkatkan dan menyimak berbagai informasi dari berbagai media, guna menambah pengetahuannya, utamanya tentang dunia bisnis dan ekonomi, sehingga dalam mengembangkan usahanya mereka lebih mudah dan cepat. Dijelaskan pula, terkait suksesnya agenda pelaksanaan Pilkada dan MTQ XXI Tingkat Jawa Timur beberapa hari lalu, Bupati mengucapkan terima kasih atas peran serta aparatur pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. ( Yasik, Esha )