News Room, Rabu ( 26/03 ) Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim, M.Si melakukan panen raya perdana uji coba penanaman padi organik yang dilakukan Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep di Desa Bunpenang Kecamatan Dungkek, Selasa sore (25/03) kemarin. Dengan hasil padi yang bagus kualitasnya, diharapkan nantinya bisa disosialisasikan kepada petani yang lain, agar penggunaan pupuk organik menjadi pilihan mereka. Karena hasilnya sudah terbukti, disamping lebih bagus hasilnya juga baik untuk kesehatan, karena tanpa bahan kimia. “Nantinya juga perlu disiapkan pemasaran hasil padi organik ini, serta menyiapkan stok pupuknya, agar petani yang lain bisa merubah menggunakan pupuk organik seperti ini,”ungkapnya kepada wartawan saat melakukan panen raya di Desa Bunpenang kemarin. Ditambahkan, untuk merubah pola pikir masyarakat petani, memang tidak mudah, karena selama ini sudah tergantung dengan pupuk kimia. Padahal, pupuk kimia malah merugikan petani, karena selain harganya mahal, unsur kesuburan dan struktur tanah juga mengalami penurunan kualitas. Sementara Kepala Disperta Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si menjelaskan, melalui inovasi dan uji coba yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep tersebut dalam rangka untuk merubah mindset petani, agar beralih menggunakan pupuk organik, karena biaya produksinya cukup murah dan hasilnya memuaskan. Karena lebih produksinya lebih banyak, kesehatan lebih terjamin, dan nilai jualnya juga lebih mahal. “Hasil produksi pupuk organik menguntungkan petani, jika per-hektare bisa menghasilkan gabah sekitar 8 ton. Jika dikalkulasi per-kilogram dijual Rp. 4.000,00, maka akan menghasilkan Rp. 32 juta,”jelasnya. Sedanagkan biaya produksi Rp. 12 juta, sehingga petani bisa untung Rp. 20 juta per-hektarnya. Karena itu pihaknya ingin mengembangkan penggunaan pupuk organik secara bertahap di daerah lain. ( Ren, Esha )