News Room, Senin ( 22/10 ) Wacana Madura menjadi propinsi tersendiri, nampaknya bakal diperbincangkan kembali. Karena, dalam presentasi hasil pendidikan dan pelatihan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, MM di Harvard Kennedy School, di Pendopo Agung setempat, Senin (22/10) pagi, muncul pemikiran bahwa Madura sudah layak menjadi propinsi. Bupati Sumenep menjelaskan, munculnya pemikiran itu ketika dirinya sedang mempelajari kemajuan salah satu kota di Amerika Serikat, yang ternyata didorong oleh sistem pemetakan wilayah dengan hanya berpenduduk sekitar 75.000 orang saja. Hasilnya memang pertumbuhan ekonomi sangat cepat dan pembangunan infrastruktur tertata dengan baik. “Itulah yang memicu saya untuk berpikir, kenapa wacana Madura menjadi propinsi tersendiri tidak dihidupkan kembali. Bisa saja, satu Kabupaten di Madura dipecah menjadi 2, baik di Pamekasan maupun Sumenep sendiri. Sebab, kalau sudah ada 2 Kabupaten, secara otomatis anggaran yang diserap masuk dalam 2 APBD dengan jumlah penduduk berkurang,”kata Bupati Sumenep, Senin (22/10). Menurut Bupati, selama ini tingkat kesulitan penggunaan anggaran itu akibat jumlah penduduk yang cukup banyak dimasing-masing Kabupaten. “Nah, kalau nantinya dipecah menjadi 2 Kabupaten lagi, jumlah penduduk yang ditampung tiap Kabupaten bisa berkurang,”terangnya. Hanya saja, kata Bupati, untuk mewujudkan pemikiran tersebut, butuh komitmen dan jawaban dari 3 Bupati lainnya di Madura. “Tidak bisa hanya dicetuskan oleh satu Bupati saja. Secara informal, saya dengan 3 Bupati lainnya di Madura masih sering membahas persoalan Madura menjadi propinsi. Tapi secara formal belum ada tindakan,”ungkapnya. Bupati mengungkapkan, saat ini yang akan dilakukannya sebagai implementasi dari hasil pendidikan dan pelatihan di Harvard Kennedy School, adalah membenahi data, baik penduduk ataupun infrastruktur. “Data penduduk ini penting dalam proses kelancaran seluruh program yang dicanangkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Sedangkan infrastruktur untuk mengetahui daerah mana saja yang perlu diprioritaskan pembangunan, mengingat Sumenep terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan,”pungkasnya. ( Nita, Esha )