News Room, Minggu ( 01/05 ) Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si meminta warga masyarakat tidak manghakimi sendiri dalam menyelesaikan konflik dengan nelayan dari luar daerah yang menggunakan kapal porsien. Saat kunjungan kerja di Desa Karamian Kecamatan Masalembu, Jum’at (29/04), Bupati mengatakan, warga masyarakat nelayan dalam menyelesaikan konflik dengan nelayan dari luar daerah, terutama yang mengkap ikan dengan mengunakan kapal porsien diperairan Kabupaten Sumenep tidak main hakim sendiri. Namun menyerahkan persoalan kapal porsien yang melanggar aturan tersebut pada aparat hukum, sebab jika dilakukan sendiri oleh nelayan, berdampak terhadap nasib nelayan itu sendiri. ”Kalau nelayan main hakim sendiri, mislanya membakar kapal yang ditangkap, tentu saja dampaknya nelayan bisa berurusan dengan hukum, karena itu, sekali lagi tolong selesaikan semua masalah pada penegak hukum,”tegasnya. Bupati menyatakan, selain itu diharapkan warga msyarakat di kepulauan tidak menggunakan bahan peledak dalam menangkap ikan, itu dilakukan demi menjaga kelesatarian ekosistem laut untuk masa depan generasi bangsa. Sebab, jika saat ini ekosistem laut sudah rusak, dampaknya terhadap generasi dimasa mendatang, yang sangat kesulitan mencari nafkah dilaut untuk kehidupannya. ”Ini yang harus juga dipikirkan dimasa mendatang oleh warga masyarakat nelayan, demi kelangsungan ekosistem laut di masa medatang,”ungkapnya. Sementara itu, dalam kunjungan kerjanya di Desa Keramian Kecamatan Masalembu, Bupati juga memberikan bantuan, diantaranya bantuan untuk keagamaan dan transportasi raskin Kecamatan Masalembu untuk bulan Januari hingga Pebuari 2011. ( Yasik, Esha )