Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-12-2011
  • 471 Kali

Bupati Minta Peternak Sapi Tidak Memotong Saat Produktif

News Room, Selasa ( 20/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep meminta masyarakat dan peternak sapi dan kerbau untuk tidak memotong sapi dan kerbau betina yang masih produktif. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara koordinasi dan sosialisasi program swasembada daging sapi dan kerbau di Hotel Utami Sumekar Sumenep, Selasa (20/12) mengatakan, masyarakat hendaknya tidak memotong sapi betina yang produktif untuk kebutuhan daging. Karena apabila sapi betina produktif menjadi konsumsi daging dikhawatrirkan populasi sapi dari tahun ketahun terus berkurang. Akibat berkurangnya populasi sapi berdampak terhadap persedian daging sapi, sehingga ketidakseimbangan kelahiran dan produktifitas sapi dengan kebutuhan daging sapi dalam negeri, memaksa ketergatungan terhadap sapi impor semakin tinggi. ”Masyarakat, terutama peternak sapi kalau ingin memtong sapi sebaiknya sapi jantan jangan sapi betina yang produktif. Itu dilakukan agar sapi betina yang produktif terus melahirkan dan berkembang biak, demi menjaga populasi sapi di Kabupaten Sumenep semakin meningkat tiap tahun,”tegasnya. Bupati menyatakan, pemerintah baik daerah hingga pemerintah pusat terus berupaya untuk meningkatkan populasi ternak sapi masyarakat, salah satunya melalui berbagai program pengembangan sapi lokal untuk menguntungkan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sumenep, pada tahun ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memperoleh kucuran dana untuk pengembangan sapi lokal sebesar Rp. 6 milyar dan dari APBD Propinsi Jawa Timur mendapat bantuan 400 ekor sapi. ”Karena itu, kami harapkan masyarakat yang menerima bantuan sapi tersebut bener-benar memelihara dan mengembangkannya, untuk meningkatkan populasi sapi di Sumenep. Jangan sampai ada penyimpangan bantuan tersebut,”ungkapnya. Ditempat yang sama Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Edy Sutrisno mengungkapkan, populasi tenak sapi Kabupaten Sumenep tahun ini sebanyak 249.073 ekor dan kerbau sebanyak 5.000 ekor. ( Yasik, Esha )