Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-12-2018
  • 582 Kali

Bupati Luncurkan Pemutaran Film Perdana Sang Huffadz

Media Center, Jumat ( 21/12 ) Ribuan masyarakat bersama Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si menyaksikan peluncuran perdana film Sang Huffadz di Gedung KORPRI Sumenep, Kamis (20/12/2018) malam.

Sang Huffadz adalah sebuah film yang bercerita tentang perjuangan Nyai Nuraniyah semasa hidupnya dalam mendidik anaknya, yakni KH. Busyro Karim dengan ketekunan dan rendah hati, sehingga anaknya menjadi orang sukses saat ini.

Peluncuran film Sang Huffadz ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si dan pembacaan puisi salah satunya oleh sastrawan Sumenep, Ibnu Hajar yang berjudul Bahasa Cinta.

Bupati mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membuat film Sang Huffadz, sebab proses pembuatannya membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan, hingga film itu selesai.

Diharapkan, Sang Huffadz menjadi inspirasi masyarakat untuk mendidik anaknya, supaya menjadi orang sukses, sebab keluarga adalah kunci utama mencetak anak yang sukses di masa mendatang.

“Semoga film Sang Huffadz ini memicu semangat masyarakat untuk mendidik dan mencetak anak-anaknya menjadi orang sukses. Jadi, saya berharap ibu-ibu di Sumenep, benar-benar seorang ibu yang shalihah sebagai madrasah bagi anak-anaknya kelak,” imbuhnya.

Ia berharap, Sang Huffadz sebagai awal untuk mendorong pembuatan film lain yang menceritakan keberhasilan dan kesuksesan masyarakat, sebab dirinya menilai masih banyak masyarakat Sumenep menjadi orang sukses saat ini.

“Dengan film itu juga sebagai inspirasi bagi masyarakat untuk memproduksi film masyarakat Sumenep yang lain, siapapun itu, sehingga keberhasilan mereka menjadi cambuk masyarakat, agar menjadi orang sukses,” tutur suami Nurfitriana ini.

Sementara CO Aura Ficture, Liza Ulfa Maesura mengungkapkan, pembuatan film ini butuh waktu panjang, penyebabnya lokasi pengambilan film atau syuting tidak hanya satu tempat, melainkan di beberapa tempat.

“Kami harus syuting untuk lokasinya di Gapura, Parsanga, Braji dan Karang Budi, akibatnya membutuhkan waktu yang lama untuk membuat film itu,” pungkasnya.  ( Yasik, Esha )