News Room, Kamis ( 01/09 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si berharap mimpi masyarakat, khususnya yang berada di kepulauan dan daerah pesisir lainnya di Kabupaten Sumenep, bisa ada pabrik yang bisa mengelola hasil laut, seperti ikan, rumput laut dan semacamnya, yang merupakan potensi Kabupaten Sumenep yang memiliki banyak kepulauan dan hamparan lautnya.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat Dialog Ketahanan Nasional bersama Tim Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (03/09) sore.
Menurutnya, selama ini kendala yang dihadapi berkaitan dengan adanya musim ikan, sehingga para pengusaha berpikir panjang untuk membuka usaha tersebut.
“Kemungkinan jika ada solusi dengan adanya kapal besar yang bisa langsung dikelola di kapal dari hasil tangkapan ikan nelayan, maupun bisa di ekspor keluar,”ungkapnya.
Disamping itu, berkaitan dengan persoalan kebijakan dana bagi hasil minyak bumi dan gas, yang diatur melalui Undang-Undang Nomor 21 diharapkan bisa ada revisi, karena tidak banyak menoleh kepada daerah sebagai penghasil, namun masih banyak menoleh kepada penguasa dan pemerintah pusat.
Bahkan, diaku Bupati jika selama ini pihaknya juga belum memiliki data pembanding berapa hasil migas yang diperoleh dari perut Sumenep, sehingga yang diperoleh Kabupaten Sumenep dari dana bagi hasil migas hanya sedikit.
Masih banyak masyarakat kepulauan yang belum menikmati kekayaan, seperti tidak adanya aliran listrik dan sebagainya. Disamping itu, Kabupaten Sumenep yang memiliki banyak pulau, ternyata tidak masuk sebagai zona pulau terluar, karena keberadaan Kabupaten Sumenep dilihat dari peta berada di tengah.
Karena itu, dengan kehadiran Tim Wantannas ke Kabupaten Sumenep ini bisa ada perhatian khusus. “Sebab, jika berbicara kepulauan yang ada di Sumenep, tentunya identik dengan keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan dan sebagainya,”tambahnya. ( Ren, Esha )