News Room, Rabu ( 15/07 ) Meski bukan termasuk jajaran pejabat utama, maupun orang yang sangat dekat dengan Kiai Busyro, salah satu praktisi pendidikan di Sumenep, H. Amin Djakfar mengaku memiliki kesan-kesan tersendiri ketika harus menilai sosok cicit Kiai Wiroyudo (Bhirajudha) Karangduak itu.
"Terus terang saya tidak mengenal dalam pengertian sering komunikasi apalagi cukup karib dengan beliau. Cuma, posisinya sebagai pucuk pimpinan, baik ketika di legislatif maupun setelah itu di eksekutif, memang memberikan banyak peluang pada setiap kalangan untuk mengenal sosoknya secara dekat maupun dari jarak jauh,"kata mantan Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Dungkek ini pada News Room, di kediamannya.
Menurut warga Kampung Laok Soksok, Desa Pandian ini, Kiai Busyro disebutnya sebagai sosok multi kalangan. Sosok yang demikian menurutnya merupakan pribadi yang bisa masuk dan diterima setiap lapisan masyarakat.
Namun meski begitu, Amin tidak menafikan sisi penilaian umum, bahwa setiap orang tentu memiliki sisi positif atau baik, sekaligus juga sisi negatif atau buruk.
Hal itu disebutnya masih dalam taraf wajar. Apalagi untuk sosok public figur, tentu lumrah keberadaan golongan yang pro dan kontra, atau golongan yang suka dengan yang tidak suka.
"Namanya juga manusia, mulai dari level tukang becak, Kepala Desa, Bupati, hingga Presiden, yang jelas tidak ada yang sempurna. Begitu juga dengan Bupati. Jadi semuanya saya kira kembali ke masing-masing personnya. Yang penting segala sesuatunya harus dinilai dengan menggunakan kacamata objektif,"kata pria kelahiran 1954 silam ini.
Lebih lanjut, pria yang saat ini aktif sebagai pimpinan Lembaga Pengembangan Pendidikan Madura (LP2M) ini mengakui jika ada sisi minus dalam pemerintahan Busyro, yang disebutnya dalam seputar masalah atau problematika Pasar Anom Baru di Kolor. Ia berharap Bupati bisa mengambil kebijakan dan penyelesaian yang bisa memuaskan rakyat Sumenep secara umum.
"Kita berharap setiap sisi minus, sekecil apapun itu diperbaiki, sehingga tidak ada lagi celah. Kita juga berharap bupati dalam skala kecil tersebut bisa lebih berpihak pada para pedagang daripada investor. Ini sekadar masukan saja. Saya percaya Bupati memiliki jiwa seperti itu. Mengingat memang sosoknya yang memasyarakat. Jadi bupati memang harus berpihak pada orang kecil. Karena mereka yang lebih membutuhkan uluran tangan seorang Busyro Karim,"tutupnya sambil tersenyum. ( Farhan, Esha )