Media Center, Sabtu ( 11/11 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Festival Kuliner Sate Gajah dalam rangka mempromosikan kuliner masyarakat Sumenep guna menyambut Kunjungan Wisata Tahun 2018.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, digelarnya Festival Sate Gajah sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada masyarakat Sumenep dan Madura pada umumnya, yang telah melestarikan kuliner lokal Madura dengan berjualan sate Madura baik di Indonesia maupun di luar negeri.
“Kuliner sate Madura sudah terkenal di mana saja termasuk di luar negeri, sehingga kami (Pemkab Sumenep) menggagas Fetival Sate Gajah sebagi bentuk apresiasi kepada penjual sate Madura, apalagi sampai saat ini, Kabupaten di Madura belum pernah mengadakan Festival Sate Madura.”jelas Bupati seusai membuka Festival Sate Gajah, Sabtu (11/11), di simpang empat Kota Sumenep.
Bupati menyatakan, Festival Sate Gajah juga bagian dari upaya mempromosikan potensi Kabupaten Sumenep sekaligus sebagai persiapan guna mensukseskan program Kunjungan Wisata Sumenep 2018.
Untuk itu, pihaknya meminta panitia setelah pelaksanaan Festival Kuliner Sate Gajah memiliki program berkelanjutan, dengan harapan kegiatan semacam ini memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Saya minta panitia terkait untuk memprogramkan Festival Sate Gajah menjadi agenda tahunan. Namun yang terpenting, panitia pelaksana harus ada tindak lanjut setelah pelaksanaan kegiatannya, supaya masyarakat bisa merasakan manfaat kegiatan itu, misalnya saja mengajak pemilik rumah makan sate agar menyajikan sate gajah seperti kunjungan Presiden RI ke Sumenep kemarin sudah ada Sate Jokowi di Kecamatan Bluto.”tutur Bupati.
Bupati berharap, partisipasi masyarakat lebih aktif memanfaatkan momentum Kunjungan Wisata Sumenep 2018, karena jika program kunjungan wisata sukses, yang merasakan dampaknya pasti masyarakat.
“Untuk mensukseskan perlu keterlibatan masyarakat dalam menarik minat wisatawan ke Sumenep, sehingga masyarakat harus jadi tuan rumah wisata yang baik dan ramah. Karena pariwisata itu seribu persen adalah pengalaman, manakala pengalaman wisatanya menyenangkan tentu saja wisatawan termotivasi kembali lagi ke Sumenep.”pungkasnya.
Ketua Panitia Festival Kuliner Sate Gajah, Drs. Bambang Irianto, M.Si menambahkan, peserta Festival Sate Gajah sebanyak 46 stand yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN dan instansi dan Kecamatan, selain itu juga digelar pasar rakyat UKM.
“Kami juga mewarnai Festival Kuliner Sate Gajah dengan Mercedes Bens Toron ka Madura dengan peserta sebanyak 200 mobil dan kegiatan lainnya yakni Slalom Contest serta Songenep Jazz and Culture dengan menghadirkan artis Nasional Mus Mujiono dan Citra Scholastika.”katanya.
Pelaksanaan Festival Sate Gajah dan kegiatan yang lain itu, berlangsung selama 2 hari mulai hari Sabtu dan Minggu, dan Festival Sate Gajah, Mercedes Bens Toron ka Madura, Slalom Contest serta Songenep Jazz and Culture, merupakan bagian dari Sumenep Spektakuler memperingati Hari Jadi Ke 748 Kabupaten Sumenep tahun 2017.
Festival Sate Gajah bahannya sama dengan sate biasa yakni daging sapi atau kambing. Istilah sate gajah, karena potongan daging sate berukuran besar dan tusuk sate juga besar dan panjang. ( Yasik, Fer )