News Room, Senin ( 28/04 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, bertindak cepat menanggapi hasil survey Paskhas 464 TNI-AU dan Tim Navigasi Lanud Abdurahman Saleh Malang, di Desa Kali Anyar, Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean), untuk kepentingan lapter atau bandara perintis jalur Sumenep-Kangean. Demi terlaksananya pembangunan fisik Bandara Kangean ini, Bupati Sumenep atas nama Pemerintah Kabupaten, akan segera mengajukan dana kepada DPRD setempat senilai Rp. 15 milyar dengan system mendahului APBD Perubahan tahun 2014. “Bandara Kangean ini harus dipercepat. Kami akan segera mengajukan dana Rp. 15 milyar mendahului APBD Perubahan atau PAK, supaya cepat keluar dan pembangunan fisk bisa dilaksanakan,”kata Bupati Sumenep, Senin (28/04). Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Drs. Mohammad Fadhillah, M.Si mengungkapkan, hasil survey itu menyatakan bahwa lokasi di Desa Kali Anyar, Arjasa (Pulau Kangean), bisa didarati/dilandasi pesawat Twin Otter DHC-8, yang berkapasitas 19 orang. “Untuk landasan tidak ada masalah. Pesawat yang akan mendarat adalah Twin Otter DHC-8 berkapasitas 19 orang,”ungkapnya. Ia menambahkan, yang dibutuhkan saat ini tinggal pekerjaan fisik pada landasan pacu (run way) 1.000 meter dan lebar 30 meter. “Panjang run way yang dibutuhkan pada pendaratan pesawat jenis twin otter DHC-8 sekitar tidak terlalu panjang, yakni 1.000 meter dengan lebar 30 meter,”tambahnya. Sedangkan lahan yang akan dijadikan Bandara Perintis di Kangean seluas 3 hektar. Diperkirakan lahan tersebut adalah Tanah Negara. “Tapi kami masih melakukan pendalaman guna memastikan apakah lahan 3 hektar untuk kepentingan Bandara Perintis di Kangean benar-benar Tanah Negara,”terangnya. Namun, laporan dari Camat setempat, bahwa disekitar lahan itu sebagian adalah milik Perhutani. “Makanya tim yang dipimpinan Sekretaris Daerah Sumenep sudah bertemu administratur pemangkuhan hutan KPH Pamekasan dan BPN, terkait lahan tersebut,”pungkasnya. Fadhillah menuturkan, Bandara Perintis di Kangean ini akan diupayakan bisa beroperasi Juli mendatang, mengiringi pembukaan komersial Bandara Trunojoyo. “Dana sudah akan diajukan mendahului PAK senilai Rp. 15 milyar, untuk kepentingan Bandara Kangean. Mudah-mudahan tidak ada kendala,”tuturnya. ( Nita, Esha )