Media Center, Kamis ( 17/08 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak masyarakat untuk mengisi
kemerdekaan dengan ide kreatifitas dan inovatif, demi pembangunan bangsa
dan negara, demi menghargai perjuangan pahlawan kusuma bangsa.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, saat ini bukan
waktunya untuk berbicara tentang bentuk negara termasuk sistem
pemerintahan, karena sejak Proklamasi berkumandang pada 17 Agustus 1945
sudah jelas, negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final. Karena itu
sebagai warga negara, wajib masyarakat Sumenep mengisi kemerdekaan yang
berusia 72 tahun, dengan sesuatu yang positif demi pembangunan bangsa
dan negara.
Saya mengajak masyarakat Sumenep mengisi kemerdekaan
dengan ide dan pemikiran yang inovatif dan kreatif, demi pembangunan
Sumenep termasuk bangsa dan negara. Jadi, jangan berbicara bentuk negara
dan lainnya, karena bukan tempatnya lagi, karena NKRI sudah harga
mati,”kata Bupati saat acara tasyakuran memperingati HUT Ke 72 RI
Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2017 di depan Masjid Jamik, Rabu
malam (16/08).
Bupati menyatakan, apabila dalam perjalan bangsa
dan negara ada yang kekurangan dan penyelewengan, tidak harus melakukan
tindakan dengan tujuan merubah bentuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Namun, harus dilakukan pembenahan kekurangan tersebut dengan
cara bermusyawarah untuk mencari akar masalahnya, dan memperbaikinya.
“Kita harus berfikir ke depan membanguan bangsa Indonesia, jika ada
persoalan kita bersama-sama membicaraknnya untuk melakukan perbaikan
kekurangan tersebut,”tegas Bupati.
Bupati menyatakaan, sebagai
warga negara harus menyamakan persepsi untuk mengakui NKRI harga mati,
dan mengisi kemerdekaan dengan sesuatu yang positif, sehingga bermafaat
bagi masyarakat.
“Kita wajib menjaga NKRI, termasuk Pancasila dari
pihak-pihak yang menginginkan perpecahan demi mengahancurkan bangsa
Indonesia,”pungkas Bupati. ( Yasik, Esha )