News Room, Senin ( 14/07 ) Selama bulan Ramadhan, Masjid dan Musholla selama sebulan selalu penuh dengan para jamaah yang beribadah. Sebab, bulan Ramadhan memang sangat dirindukan masyarakat Muslim, khususnya di Sumenep. Karena bulan Ramadhan seperti memberikan energi rohani yang baru bagi umat Islam dalam beribah. Salah seorang pengurus Takmir “Masjid Ramadhan” Dusun Karang Panasan Desa Pabian Kecamatan Kota Sumenep, Slamet Readi, menilai bulan Ramadhan menjadi telaga penyejuk diantara sebelas bulan lainnya dalam satu tahun, sehingga pantaslah jika bulan Ramadhan sangat berbeda dengan bulan-bulan yang lain. Apalagi, tegas pegiat musik hadrah ini, di bulan Ramadhan ada malam Lailatul Qodar yang merupakan “malam seribu bulan.” Dimana, malam tersebut merupakan malam penuh kebahagiaan, penuh berkah dan ampunan hingga terbit fajar, para malaikat turun untuk mengatur segala urusan. Semua ummat Muslim tidak ingin melewatkan malam yang telah dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Qodar. 01“Yang jelas, selama bulan Ramadhan sangat terlihat adanya perbedaaan dengan bulan-bulan lainnya, hal itu sangat tampak dalam perilaku ibadah jamaah di madjid-masjid dan sebagainya.”ungkapnya. Di bulan Ramadhan menurut Slamet, tampak kekompakan masyarakat untuk berbondong-bondong berbuat kebaikan. Mulai tingkat banyaknya jamaah di masjid setiap sholat 5 waktu, sholat tarawih hingga kegiatan tadarus Al-Quran. Bahkan, setiap menjelang buka puasa, jamaah di masjid secara bergantian menyuguhkan makanan atau takjil untuk berbuka. Rasa kegotong-royongan sangat tampak, dan nilai-nilai religi selama bulan Suci Ramadhan sangat terasa. Slamet berharap, selama bulan Ramadhan 1435 Hijriyah yang sudah dilalui separuh bulan ini, bisa meraih kemenangan hingga datangnya hari kemenangan Idul Fitri. “Semoga pelaksanaan hajatan besar dalam memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden RI, tetap berjalan aman dan damai hingga menghasilkan pemimpin yang terpilih yang diberkati serta amanah, apalagi rakyat memilihnya di bulan yang suci,”pungkasnya. ( Ren, Esha )