Media Center, Selasa ( 18/04 ) Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang utama dalam kalender Hijriah. Pasalnya, di bulan inilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat. Sebuah peristiwa yang terekam dalam peringatan Isra Mikraj setiap tahunnya.
Peringatan sejarah tersebut selanjutnya menjadi tradisi di setiap belahan bumi. Ada banyak kegiatan seremonial di jaman lampau yang kini sudah tak sedikit yang sirna. Di Sumenep, bulan Rajab banyak diisi dengan kegiatan-kegiatan dzikir dan sedekah.
“Dalam budaya kuna yang akarnya ialah keraton memang seperti itu. Puncaknya di malam Isra Mikraj,”kata salah satu pemerhati budaya di Sumenep, RP. M. Mangkuadiningrat, pada Media Center, kemarin.
Di malam itu, sebagaimana penjelasan Mangku, keraton dahulu membuat aneka ragam kue atau makanan. Penganan itu dibawa oleh para abdi dalem keraton dalam bentuk barisan memanjang. Mereka berbaris di depan labang Mesem menghadap ke barat. Setelah siap barisan itu berjalan lurus melewati area alun-alun yang sekarang menjadi Taman Adipura atau Taman Bunga (TB).
“Makanya banyak pihak ahli sejarah yang tidak setuju dengan bentuk alun-alun sekarang. Karena di tengah-tengah itu merupakan jalan lurus memanjang menuju masjid Jamik,”tambah Mangku.
Saat ini tradisi tersebut menurut Mangku memang sudah tidak terlihat lagi Sumenep. Entah sejak kapan. “Bahkan bisa saja generasi saat ini memang tidak tahu sama sekali jika pernah ada tradisi tersebut. Saya hanya bisa berharap suatu saat nanti bisa hidup lagi,”harapnya. ( M. Farhan, Esha )