Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-11-2017
  • 580 Kali

Buka Jendela Dunia, Guru Harus Budayakan Membaca Literasi

Media Center, Rabu ( 29/11 ) Budaya membaca bagi anak, sangat penting bagi kekayaan pengembangan kebahasaan anak, sehingga para guru harus bisa menjadikan membaca sebagai budaya di kelas, agar jendela dunia bisa terbuka.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Rumah Literasi Sumenep (RLS) Lilik Rosidah Irmawati kepada wartawan, Rabu (29/11).

Menurutnya, dengan membiasakan membaca melalui pembentukan kelas literasi di sekolah dapat memperkaya bahasa anak, serta mengembangkan budaya menulis.

“Anak-anak akan mampu menulis, seperti puisi, cerpen maupun karya ilmiah bagi keprofesian guru sebagai penilaian peningkatan kinerja guru,”ungkapnya.

Dikatakan, jika kegiatan menulis bukan hanya pada pembuatan makalah, namun semua jenis tulisan bisa masuk dalam peningkatan kinerja guru.

Menurutnya, kebiasaan membaca bagi guru, utamanya bagi anak didik maka akan mampu mengenalkan anak pada nilai-nilai kehidupan. Disamping itu, Sumenep juga harus memiliki buku buatan asli Sumenep, sebab banyak sekali potensi di Bumi Sumekar yang bisa dijadikan bahan penulisan buku, yang menggambarkan tokoh dan sejarah Kabupaten Sumenep sebagai buku bacaan atau literasi anak didik.

“Saat ini seluruh guru harus bisa menerapkan budaya literasi bagi anak didiknya, karena dengan membiasakan anak membaca akan membuka anak dari semua jenis pelajaran dan dunia luar,”tandasnya.

Sementara itu, gerakan literasi bagi guru maupun anak didik, menurut istri Sastrawan Sumenep, Syaf Anton WR, saat ini memang sudah mengarah pada perkembangan digital. Namun, kebiasaan membaca buku harus terus dikembangkan, karena system digitalisasi juga masih membutuhkan alat dan tenaga yang professional di bidangnya. ( Ren, Esha )