Media Center, Jumat ( 26/09 ) Sesuai data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kembali, mengalami deflasi sebesar 0,11 persen dan inflasi sebesar 1,71 persen selama periode 2025 (year to date) pada Agustus 2025. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Y-on-Y) justru mengalami inflasi sebesar 2,69 persen.
Salah satu upaya mengurai terjadi tingginya inflasi tersebut Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengendalian Inflasi di Kabupaten Sumenep, di Ruang Rapat BRIDA, Jum'at (26/09/2025).
Kepala BRIDA Kabupaten Sumenep, Benny Irawan, mengungkapkan, sehubungan dengan tingginya angka inflasi di tahun ini yang tertinggi di Jawa Timur, bahkan melampaui Nasional diperlukan pengendalian melalui riset untuk mengendalikan inflasi agar bisa kembali baik.
"Melalui riset ini output-nya nanti bisa menjadi bahan rekomendasi untuk pelaksanaan kebijakan daerah," ujarnya.
Dikatakan, melalui hasil riset yang bekerja sama dengan Lembaga Riset dan Inovasi Universitas Negeri Jember (LRI Unej) diharapkan dapat dilakukan evaluasi, formulasi atau perubahan atas regulasi yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep. Sesuai dengan tujuan riset ini salah satunya untuk mengindentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya inflasi.
Riset yang dilakukan bersama sejumlah OPD terkait di Kabupaten Sumenep, nantinya perlu dilakukan penyempurnaan program yang lebih produktif lagi. Termasuk masukan dari sejumlah OPD dalam rangka penyusunan rekomendasi kebijakan Inflasi daerah.
"Termasuk masukan dari sejumlah OPD dalam rangka penyusunan rekomendasi kebijakan Inflasi daerah di Kabupaten Sumenep," katanya.
Diakui, sehubungan dengan masih ada beberapa OPD terkait yang belum memberikan jawaban terhadap riset tersebut, nantinya akan dilanjutkan dengan pendalaman terhadap beberapa masukan terkait data berkaitan dengan inflasi dari masing-masing OPD terkait.
"Setelah kegiatan ini akan dilanjutkan kembali dengan riset berikutnya terhadap beberapa OPD untuk menyerap beberapa masukan berkaitan inflasi, Sebab, Inflasi terus fluktuasi dan diharapkan akan muncul regulasi yang bijak untuk kembali baik," tandasnnya. ( Ren, Fer )