BPBD Kabupaten Sumenep Antisipasi Kemarau Panjang
Media Center, Rabu ( 03/07 ) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengantisipasi musim kemarau panjang tahun ini.
Berdasarkan Surat Edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa puncak musim kemarau tahun 2019 akan terjadi bulan Agustus. Dan diperkirakan lebih panjang dari tahun 2018.
"Makanya kami antisipasi, karena kalau benar terjadi kemarau panjang akan berdampak pada bencana kekeringan yang meluas," kata Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Rabu (02/07/2019).
Ia menuturkan, untuk di Kabupaten Sumenep daerah yang rawan kekeringan baik kering kritis maupun kering langka tersebar di 10 kecamatan.
"Dari 10 kecamatan itu, 24 Dusun di 10 Desa masuk kategori kering kritis dan sebanyak 38 Dusun di 17 Desa termasuk kering langka," paparnya.
Jumlah daerah terdampak kekeringan tersebut, lanjut Rahman, bisa bertambah jika tahun ini Sumenep dilanda kemarau panjang.
"Kalau terjadi kemarau panjang, dipastikan permintaan air bersih akan meningkat. Kami sudah melakukan antisipasi ini," pungkasnya.
( Nita, Fer )