Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-06-2013
  • 530 Kali

BPBD Buat Posko Pengungsian, 36 KK Dievakuasi

News Room, Selasa ( 18/06 ) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep membuka 2 posko pengungsian bagi warga di Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, dan Dusun Kecer Laok, Kecamatan Dasuk yang tanahnya terbelah dan ambles. Kepala BPBD Sumenep, Drs. M. Fadillah, MM menjelaskan, untuk bencana alam tersebut, disediakan dua posko bagi para korban yang didirikan dimasing-masing lokasi, karena kondisi tanah ambruk dan terbelah semakin parah. “Setiap hari kedalaman tanah terus bertambah, mengingat curah hujan masih tinggi. Saat ini kedalaman sudah mencapai 6 meter. Makanya, kami buka dua posko agar para korban bisa mengungsi ketempat yang lebih aman,”kata Fadillah, Selasa (18/06). Pihaknya khawatir apabila warga tidak segera diungsikan, akan menjadi korban apabila sewaktu-waktu tebing tanah ambles tersebut ambruk. “Ini kan tinggal menunggu waktu saja. Apalagi masih turun hujan. Akan semakin rawan dan berpotensi untuk pergerakan tanah. Kalau warga tetap bertahan disana, ini sangat membahayakan,”tukasnya. Sementara, salah seorang petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Moh. Toha menuturkan, berdasarkan hasil pendataan, bahwa sudah ada 36 Kepala Keluarga (KK) atau 142 jiwa yang dievakuasi dan menempati posko. “Puluhan KK yang berada di posko ini merupakan warga Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru,”terangnya. Jumlah pengungsi akan terus bertambah, karena evakuasi terhadap warga setempat masih berlangsung. “Medan menuju rumah korban cukup sulit, apalagi hujan baru selesai. Masih banyak warga yang harus dievakuasi, karena kondisi tanah terbelah dan ambles makin parah, serta bangunan rumah warga banya yang nyaris roboh,”ungkapnya. Toha mengungkapkan, fasilitas di posko cukup memadai termasuk pelayanan kesehatan. “Kebetulan ada pengungsi yang pingsan, karena shock melihat bencana tersebut. Makanya, langsung didatangkan tim medis sekaligus memeriksa kesehatan para pengungsi,”pungkasnya. ( Nita, Esha )