News Room, Rabu ( 14/10 ) Para nelayan nampaknya belum jera menggunakan bom saat menangkap ikan, sehingga kasus ledakan bom ditangan kembali terjadi. Kali ini, Suraji, seorang nelayan warga warga Desa Saredeng Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, terpaksa harus kehilangan lengan kanannya setelah bom ikan yang sedang dipegang meledak, ketika mencari ikan di Perairan Saredeng (Pulau Sapeken). Beruntung 4 nelayan lainnya, yang berada di dalam satu perahu layar motor selamat. Korban pun seketika pingsan dan langsung dievakuasi untuk mendapat perawatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sapeken. Kondisi korban dikabarkan sangat kritis, karena selain lengan kanan putus, bagian muka juga mengalami memar atau luka dalam. Sehingga, direncanakan akan dilarikan ke rumah sakit Banyuwangi. Salah seorang warga Kangean, Badrul Aini mengatakan, peristiwa meledaknya bom ikan di tangan bukan baru pertama kali terjadi, namun penggunaan bom ikan masih tetap marak. “Ini menandakan, tidak adanya tindakan tegas dari aparat terkait, untuk menangani penggunaan bom saat menangkap ikan,†terangnya. Ia menjelaskan, untuk sementara, diwilayah perairan Kepulauan Sumenep, sebagian besar nelayan masih menggunakan bom, karena aparat terkait selama ini hanya memberikan penjelasan, namun tidak ada tindakan tegas. “Kami mensinyalir aparat kurang proaktif untuk memberantas penggunaan bom ikan,†tegasnya. Badrul yang juga anggota DPRD Sumenep ini, menambahkan, untuk persoalan penggunaan bom ikan tersebut, pihaknya sering mendapat informasi, jika para pengusaha ikan membayar upeti setiap bulan pada aparat, sehingga aksi penggunaan bom ikan dapat berjalan lancar. ( Nita, Esha )