Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-01-2008
  • 1250 Kali

Bocah Penderita DBD Meninggal Di Rumah Sakit Daerah

News Room, Rabu (02/01) Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Daerah Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, memang belum menunjukkan angka yang signifikan, namun hal itu perlu diwaspadai, mengingat tingkat serangan nyamuk Aedes Agypty sudah masuk fase ganas, yang menyerang secara langsung kepada penderita. Demikian diungkapkan Kepala Rumah Sakit Daerah Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. H. Dzulkifli Mahmud, M.Si. Menurut dr. Kifli, jumlah penderita DBD yang masih dirawat di Rumah Sakit Daerah Sumenep sekitar 11 penderita, yakni 7 penderita dirawat di zal anak dan 4 pendertia lainnya di rawat di ruang paviliun, semuanya anak-anak. dr. Kifli menerangkan, dengan tingkat keganasan serangan DBD itu ternyata menimbulkan kematian pasien bernama Lutfi (4) warga Desa Batang-batang Laok Kecamatan Batang-batang. Pasien tersebut meninggal dunia Selasa kemarin (01/01) sekitar pukul 15.50 WIB di RSD Sumenep. Padahal, pasien baru masuk rumah sakit pada 31 Desember 2007. dr. Kifli menandaskan, pasien memang terlambat dibawa ke rumah sakit, sehingga penangannya juga dinilai terlambat. Karena, ketika pasien dibawa ke rumah sakit sudah masuk stadium 3, dengan kondisi tubuh dingin, bahkan ketika diperiksa pasien terkena infeksi berat (sepsis) dan gangguan hati, sehingga pasien tidak bisa tertolong dan meninggal dunia. dr. Kifli meminta kepada masyarakat Sumenep, jika menemukan gejala panas untuk segera dibawa ke rumah sakit maupun Puskesmas terdekat. Karena, keganasan serangan DBD cukup tinggi, yakni penderita akan cepat jatuh dalam kondisi Dangues of Syndrom (DSS). ( Nita, Esha )