Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-02-2009
  • 509 Kali

Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas Dalam Sumur

News Room, Selasa ( 24/02) Seorang bocah berusia 6 tahun, yakni Sulistiani, warga Dusun Cenlecen Desa Pancor Kecamatan Gayam, ditemukan tewas terapung di dalam sumur milik keluarganya, pada Selasa (24/02) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Puteri pasangan Kandar (30) dan Farida (25), warga setempat dinyatakan hilang sejak Senin (23/02) kemarin. Sebelumnya, sekitar pukul 11.00 WIB, korban pamit pergi ke WC yang letaknya disebelah selatan rumah korban. Namun, hingga 2 jam tidak kembali, sehingga dilakukan pencarian oleh kedua orang tua bersama kerabatnya, tetangga dan masyarakat setempat. Ternyata, pada pukul 03.00 WIB, Selasa (24/02) dini hari, korban sudah ditemukan tewas didalam sumur. Camat Gayam, Kepulauan Sapudi, Drs. Ishak Iskandar menuturkan, dalam proses pencarian itu, tepatnya di WC ditemukan sandal dan celana dalam yang dipakai korban. Karena curiga bocah tersebut kecemplung kedalam WC, maka dilakukan pembongkaran. “Tapi, pembongkaran itu tidak membuahkan hasil. Korban malah ditemukan tewas terapung di dalam sumur yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah korban,”kata Ishak, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (24/02). Dengan ditemukannya bocah tidak bernyawa itu, maka langsung dilaporkan ke Polsek Gayam. Kapolsek Gayam, Pulau Sapudi, IPDA Moh. Rasyid membenarkan, penemuan bocah 6 tahun tewas di dalam sumur. Korban kali pertama ditemukan oleh Darti (22) tetangga korban. “Diduga korban bermain di dekat sumur dan terpeleset masuk yang kedalamannya sekitar 4 meter. Dimungkinkan ketika kecebur sumur tidak ada yang mengtahuinya,”ujar Rasyid, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (24/02). Korban sudah dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP), dan langsung dilakukan visum. “Korban memang mengalami patah di bagian leher dan tulang belakang. Tapi, aparat belum bisa memastikan apakah korban tewas itu murni kecebur sumur sendiri atau ada unsur kesengajaan,”terangnya. Rasyid menerangkan, sampai saat ini aparat masih melakukan penyelidikan, dengan memeriksa sejumlah saksi, untuk mengetahui apakah korban memang murni kecebur sumur atau ada unsur kesengajaan dari seseorang. Sebab, ketika dievakuasi perhiasan berupa anting milik korban hilang atau tidak ditemukan. ( JuP-31, Nita, Esha )