News Room, Rabu ( 12/10 ) Pasien penderita gizi buruk, Firmansyah (3), seorang balita asal Desa Dapenda, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, hingga Rabu (12/10) ini, masih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Putra kedua pasangan Muniwi (29), dan Sahnama (25) ini, sudah satu bulan dirawat di rumah sakit, dengan berat badan 6 kilogram. Padahal, berat normal bocah 3 tahun adalah 13 kilogram. Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Susianto, M.Si menjelaskan, saat ini kondisi pasien gizi buruk mulai menunjukkan adanya perkembangan, diantaranya berat badan bertambah. “Pertama kali dibawa ke rumah sakit, kondisi balita tersebut sangat parah. Waktu baru masuk sini, berat badannya cuma 3 kilogram. Jadi kurus sekali. Jauh dari berat badan normal anak berumur 3 tahun. Tapi sekarang sudah lumayan, nambah 6 kilogram berat badannya,”kata dr. Susianto di RSUD Sumenep, Rabu (12/10). dr. Susiyanto menambahkan, pihaknya terus berupaya memperbaiki berat badan balita tersebut, dengan pemberian makanan tambahan dan gizi seimbang. “Kita tidak tahu sampai kapan perawatan ini akan dilakukan, yang penting berat badan Firmansyah harus kembali normal. Kita beri susu, makanan tambahan, asupan gizi dan vitamin,” terangnya. Untuk biaya perawatan, kata dr. Susianto, pihaknya menggratiskan. Keluarga pasien tidak dibebani biaya apapun, karena berasal dari keluarga tidak mampu. “Biaya perawatan balita ini kami gratiskan. Sebab, sudah ada dana untuk mengatasi kasus gizi buruk. Jadi, keluarga pasien tidak dipungut biaya perawatan sepersen pun,”ungkapnya. Sementara, Sahnama, ibu Firmansyah mengaku, jika sejak lahir anak keduanya ini tidak pernah diimunisasi, sehingga kondisinya tidak sehat. Dalam kondisi hidup serba kekurangan, Sahnama memang tidak bisa memberi asupan makanan bergizi untuk anaknya. “Makan saja seadanya, bagaimana mau pergi ke Puskesmas. Kami ini kan orang miskin, pasrah saja,”ujarnya. Sahnama baru tahu jika anaknya terkena gizi buruk, saat dibawa berobat ke rumah sakit Sumenep. ( Nita, Esha )