Media Center, Senin (21/07) Hingga dasarian pertama bulan Juli 2025, perkembangan dinamika atmosfer laut menunjukkan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik Ekuator bagian tengah (Nino 3.4) berada pada kondisi Netral (-0,01°C), dan diprediksi masih berada dalam kondisi yang sama hingga semester kedua tahun 2025.
Dalam publikasi analisis hujan bulan Juni 2025 dan prediksi hujan bulan Agustus hingga Oktober 2025 yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, disebutkan Nilai Indeks Osilasi Selatan selama 3 bulan terakhir: April 2025 (+3,6); Mei 2025 (+2,1); dan Juni (+1.8). Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi cenderung Netral (-0,22).
Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto kepada Media Center Diskominfo Sumenep, Senin (21/07/2025).
“Untuk wilayah Kabupaten Sumenep, berdasarkan data yang kami terima dari 202 ombrometer sampai dengan awal bulan Juli 2025 dapat diinformasikan sifat hujan pada bulan Juni 2025 berada di atas normal atau lebih dari 200%,” ujarnya.
Kondisi normal, lanjut Ari, di kisaran 85 – 115%. Sedangkan 0 – 84% di bawah normal. Mengenai analisis curah hujan Sumenep dan beberapa kabupaten lain sama-sama 51-100 mm.
“Itu terjadi di sebagian Bangkalan, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Lamongan, Lumajang, Malang, Ponorogo, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, dan Surabaya,” jelas Ari.
Untuk ketersediaan air, lanjut Ari, Sumenep masuk kriteria sedang. “Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia atau ATS yang terbagi dalam 5 kelas; sangat kurang di bawah 10%, kurang 10 -40%, sedang 40 – 60 persen, cukup 60-90 %, dan sangat cukup berada di atas 90%,” tambahnya.
Perlu diketahui, secara umum anomali suhu muka laut di sebagian besar Perairan Indonesia diprediksi akan berada pada kondisi bervariasi dengan kisaran -0,25 hingga +3,0 °C. Anomali suhu muka laut di Perairan Selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara juga terpantau dalam kondisi hangat -0,25 sampai dengan +1,0 °C, sehingga berpengaruh pada bertambahnya pertumbuhan awan di Jawa Timur. Prediksi monsun dalam skala regional Asia – Australia untuk Juli 2025 menunjukkan monsun barat tidak aktif dengan nilai indeks Monsun Asia (WNPMI) 5,0 sampai dengan 7,0, dan monsun timuran aktif dengan nilai indeks Monsun Australia (AUSMI) -8,0 sampai dengan -0,6.
Mengenai suhu Maksimum Harian Tertinggi Bulan Juni 2025 untuk Sumenep mencapai 32,5 °C, dan Suhu Minimum Harian Terendah 24,9 °C. Sementara arah dan kecepatan angin harian terbesar mencapai kecepatan 39,6 km/jam arah tenggara pada tanggal 25 Juni 2025.
“Untuk suhu maksimum terjadi pada tanggal 4 Juni 2025, dan terendah terjadi pada tanggal 9, 21, dan 23 Juni 2025,” terang Ari.
Lanjut pada prediksi hujan bulan Agustus hingga Oktober 2025, menurut Ari Widjajanto, berdasarkan pemantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya sampai dengan awal bulan Juli 2025 prediksi sifat hujan pada bulan 2025 di Sumenep komprehensif menjadi dua.
“Kriteria atas normal dengan kisaran 151 hingga 200% diperkirakan terjadi di sebagian kecil Kecamatan Kangen, dan sebagian besar Kecamatan Arjasa. Untuk kriteria atas normal dengan kisaran lebih dari 200% diperkirakan terjadi di sebagian kecil Kecamatan Kangen, dan seluruh wilayah Kecamatan Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Raas, Rubaru, Sapeken, Saronggi, serta Talango,” urainya. (bersambung)
(Han)