News Room, Sabtu ( 22/11 ) Aparat Desa se Kecamatan Sapeken mengeluh, karena hingga saat ini honor pendistribusian bantuan langsung tunai (BLT) tidak kunjung dikucurkan. Padahal, BLT untuk tahap pertama dan kedua sudah dicairkan. Menurut seorang Ketua Rukun Tetangga (RT) 1 Desa Sapeken, Saihan, apabila BLT sudah diberikan kepada rumah tangga sasaran (RTS), seharusnya honor juga dikucurkan kepada aparat Desa, baik Kepala Desa, Ketua RT dan RW. “Tapi kenyataannya, hingga sekarang kami belum menerima honor itu,â€Âterangnya. Ia menjelaskan, berdasarkan keputusan mengenai pemberian honor itu, setiap Kecamatan mendapatkan sebesar Rp. 2.500,00 per-kartu BLT. Namun, dana honor itu bukan untuk Camat, tapi dibagi kepada Kades, Ketua RT dan RW. “Camat mendapat bagian honor sebesar Rp. 250,00 per kartu BLT, Kades Rp. 500,00, Ketua RT sebesar Rp. 1.000,00 dan Ketua RW mendapat honor sebesar Rp. 750,00 per kartu BLT. Jika dihitung secara riil, honor pencairan BLT yang mengendap sebanyak Rp. 29 juta lebih. Itu untuk Desa Sapeken saja, dengan jumlah RTS sekitar 11.600 lebih,â€Âujarnya. Saihan menyatakan, sebenarnya pihaknya sudah berupaya mengklarifikasi kepada pihak pos Kecamatan, yang bertugas mencairkan BLT tersebut. “Ternyata, menurut penjelasan petugas Pos Kecamatan Sapeken, dana untuk honor pencairan BLT itu sudah diberikan kepada Camat setempat, sehingga, kami hanya bisa menunggu dan berharap saja, kapan dana honor itu akan dicairkan, tanpa berani bertanya kepada Camat Sapeken,â€Âtuturnya. Sementara, Camat Sapeken, Ainur Rasyid, S.Sos mengaku, sudah menerima dana honor pencairan BLT untuk Desa se Kecamatan. “Dalam waktu dekat ini saya segera cairkan honor itu,â€Âtegas Ainur, ketika dihubungi melalui jaringan selulernya, Sabtu (22/11). Ainur mengatakan, belum dicairkannya honor itu, karena pihaknya menunggu waktu yang tepat. Sebab, honor yang bakal dikucurkan kepada aparat Desa tersebut jumlahnya cukup besar. ( Nita, Esha )