Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-04-2013
  • 480 Kali

Bintek Kewirausahaan Bagi Organisasi Wanita Keagamaan

News Room, Selasa ( 16/04 ) Struktur penduduk Sumenep, 52 persen adalah kaum perempuan. Jadi kaum perempuan harus mampu memanfaatkan potensi dirinya untuk meningkatkan kesejahteraannya. Karena itu, perlu kegiatan untuk memberdayakan kaum perempuan melalui berbagai pelatihan dan sebagainya. Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim. M.Si pada Pembukaan “Bimbingan Teknis Kewirausahaan Bagi Organisasi Wanita Keagamaan Tahun 2013” di Hotel Utami, Senin siang (15/04) berharap, melalui pelatihan kewirausahaan tersebut, akan mampu mengangkat harkat dan derajat kaum wanita di Sumenep untuk menangkap peluang dan memanfaatkan potensi yang ada untuk dikembangkan. “Misalnya saja masyarakat Sapeken yang memanfaatkan singkong, untuk dijadikan sebagai makanan olahan pengganti beras yakni sangkok. Selain bahannya banyak, makanan ini juga tahan lama, sehingga dijadikan makanan bagi para nelayan.”ujarnya. Bahkan menurut Bupati, dengan inovasi tersebut, makanan sangkok diakui secara nasional, dan meraih penghargaan Adikarya Pangan Nusantara Dari Presiden RI Tahun 2011 lalu. Untuk, itulah dengan pelatihan tersebut, ibu-ibu bisa memiliki kepekaan terhadap berbagai potensi yang ada di sekelilingnya untuk dijadikan sebagai produk unggulan. Sebab, keberdayaan wanita di bidang ekonomi adalah salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan. Saat wanita menjadi kaum terdidik, mempunyai hak-hak kepemilikan, dan mempunyai pendapatan mandiri, sehingga merupakan tanda kesejahteraan rumah tangga meningkat. Sementara itu Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Chainur Rasyid, M.Si, menjelaskan melalui Bintek Kewirausahaan tersebut diharapakan dapat memberikan peluang bagi kaum wanita untuk lebih kreatif dan inovatif dan bisa berkembang dengan baik. “Kegiatan yang diikuti sejumlah pengurus organisasi wanita keagamaan ini diharapkan dapat ditindak lanjuti kepada anggota di masing-masing organisasinya dan kepada ibu-ibu lainnya di lingkungannya.”tambahnya. ( Ren, Fery )