News Room, Selasa ( 22/12 ) Bertepatan Hari Ibu ke 87 tahun 2015 di Kabupaten Sumenep dilaksanakan upacara Hari Ibu sekaligus memperingati Hari Bela Negara, Hari Disabilitas Internasional, dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di halaman Kantor Bupati Sumenep, Selasa (22/12).
Kegiatan Upacara tersebut selain diikuti peserta upacara dari KORPRI, juga diikuti mayoritas kalangan ibu-ibu Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep, Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari dan organisasi perempuan lainnya.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Penjabat Bupati Sumenep, Drs Ec. Sudharmawan, MM, mengawali sambutan Presiden Republik Indonesia pada acara Hari Bela Negara tahun 2015, memaparkan jika dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat 3, bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Wujud hak warga negara dalam upaya pembelaan negara perlu difasilitasi pemerintah dalam mewujudkannya.
“Mengingat bela negara merupakan kehormatan bagi setiap warga negara untuk melaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa,”tegasnya.
Hingga dari kader bela negara, juga diharapkan akan terbentuk masyarakat yang peduli dan paham akan nilai-nilai bela negara, serta terwujudnya kemampuan kewaspadaan nasional, ketanggap daruratan dan pertahanan negara untuk mewujudkan sistem pertahanan negara yang baik. Disampaikan pula pesan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan RI, pada acara Hari Ibu ke 87, yang pada hakekatnya, peringatan Hari Ibu setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan, serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
“Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami, memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggung jawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki,”katanya.
Disamping itu dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional, dilaksanakan sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah dalam memotivasi masyarakat untuk mewujudkan dan mendorong kesejahteraan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, sehingga anggapan bahwa penyandang disabilitas hanya menjadi beban keluarga, harus dibuang jauh-jauh.
“Karena, ternyata potensi yang dimiliki penyandang disabilitas terkadang melebihi kapasitas dan kemampuan orang yang sempurna secara fisik dan mental,”tandasnya.
Selanjutnya, dalam memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional tahun 2015, yang dirasa perlu melakukan revitalisasi nilai kesetia kawanan sosial, mengingat kemajuan zaman sangat berpengaruh pada moral. Sebab, moral sangat menentukan bagus dan tidaknya pembangunan.
“Tanpa mental bagus, pembangunan tidak akan bisa berjalan maksimal. Inti dari kesetia kawanan adalah berbagi dan peduli,”tambahnya.
Sementara itu usai upacara, Penjabat Bupati diikuti Ketua DPRD Sumenep, Sekda Kabupaten, para anggota Forpimda, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua Bhayangkari, dan Ketua Kartika Chandrakirana menyalami para peserta upacara yang mayoritas perempuan. ( Ren, Esha )