News Room, Selasa ( 20/05 ) Belasan aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumenep, Selasa (20/05) pagi, melakukan aksi unjuk rasa di depan Masjid Agung setempat. Mereka menyerukan penolakan sistem demokrasi di Indonesia. Sebab, demokrasi dinilai hanya menjerumuskan rakyat. Sambil berorasi, para aktivis HTI juga membawa spanduk dan poster yang bertuliskan; “Indonesia darurat : selamatkan dengan Islam yang membangkitkan umat”, “Persetan dengan demokrasi”, “Indonesia darurat, campakan harapan palsu kapitalisme demokrasi”, “Demokrasi turunkan harkat martabat manusia”. Korlap Aksi, Moh. Ilyasi menuturkan, aksi ini sebagai bentuk mengingatkan penguasa agar segera mencampakkan demokrasi, ganti khilafah, karena demokrasi hanya menyengsarakan rakyat. “Demokrasi di Indonesia ini telah merusak dan menurunkan harkat martabat manusia. Demokrasi harus dicampakkan dan diganti dengan khilafah, karena kerusakan dimuka bumi ini merupakan dampak dari sistem demokrasi,”kata Ilyasi, Selasa (20/05). Menurutnya, meski pihaknya sudah menyerukan moral terkait demokrasi ini, namun tidak menyiutkan dirinya untuk tetap ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) Juli mendatang. “Kami akan tetap berpartisipasi dalam Pilpres, meski sistem yang digunakan masih bagian dari demokrasi. Kami tetap memilih, karena menanggalkan sistem demokrasi ini ada tahapannya,”ungkapnya. Usai menyuarakan penumbangan demokrasi, para aktivis HTI Sumenep langsung membubarkan diri secara tertib, dengan mendapat pengawalan ketat aparat Polres setempat. ( Nita, Esha )