News Room, Selasa ( 17/06 ) Ribuan masyarakat di kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep menanggur, karena Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga saat ini masih langka. Pasalnya, pasokan BBM, baik solar maupun premium dari Bayuwangi dan Situbondo dihentikan. Pengiriman BBM dari luar Sumenep itu terpaksa dihentikan, karena dianggap ilegal. Padahal, selama ini 2 wilayah itu yang menyuplay pulau Raas secara rutin dan lancar. Dengan kelangkaan BBM itu, membuat harga minyak tanah, solar dan premium melambung tinggi. “Untuk Mitan mencapai Rp. 5.000,00 per-liter, solar Rp. 6.000,00 per-liter dan premium mencapai Rp. 7.500,00 per-liter,†Kata Miftahorrahman, anggota DPRD Sumenep asal kepulauan Raas. Mifta mengatakan, meskipun harga BBM sudah melambung tinggi, namun masyarakat pulau Raas, yang mayoritas sebagai nelayan itu tetap saja kesulitan mendapat bahan bakar minyak tersebut. “Para nelayan sampai rela membeli solar diatas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, untuk bisa beraktifitas,†terangnya. Namun, upaya para nelayan untuk tetap bisa melaut akhirnya kandas, sebab, pasokan BBM nyaris tidak ada, dengan adanya operasi rutin dari aparat terhadap pengiriman BBM dari luar wilayah Sumenep itu. “Sekarang, masyarakat hanya bisa berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar segera mengirimkan BBM ke kepulauan Raas,†ujarnya. Mifta menilai, jika kelangkaan BBM terjadi hingga satu minggu ke depan, dipastikan perekonomian di pulau Raas akan lumpuh total. Karena, para nelayan tidak bisa beraktifitas seperti biasanya. ( Nita, Esha )