News Room, Senin ( 04/11 ) Puluhan masyarakat Pulau Kangean yang mengatasnamakan "Gerakan Masyarakat Peduli BBM" menggelar aksi ke kantor Kecamatan Arjasa, Senin (04/11) pagi. Mereka menuntut aparat pemerintah tegas dan mencari solusi dengan raibnya BBM beberapa bulan terakhir. Bahkan, patokan harga BBM saat ini mencapai Rp. 25.000,00 per-liter. Sebab pengelolaan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) selama ini tidak benar. Akibatnya, berdampak pada melambungnya harga BBM di kepulauan Kangean. Salah satu orator aksi Gerakan Masyarakat Peduli BBM, Ahmad Yani, mengatakan, keberadaan APMS tidak mampu mencukupi kebutuhan BBM di Pulau Kangean, bahkan saat ini lenyap hingga harga melambung tembus Rp. 25.000,00/liter. “Kami mendatangi Kantor Kecamatan Arjasa ini, supaya ada solusi yang akan diberikan pemerintah terhadap nasib warga Kepulauan Kangean terhadap kebutuhan BBM. Harganya selangit dan barangnya pun sulit didapat. APMS seakan tidak berfungsi,”terangnya. Dalam aksinya massa melayangkan tiga tuntutan dasar, yakni APMS di Kangean hendaknya dikelola sesuai dengan Peraturan Pertamina, karena selama ini penyalurannya menggunakan Drum. Forpimka Kangean, wajib mengkontrol setiap saat kondisi APMS. Selama ini, APMS itu adanya bagai tidak ada. Sebab, tidak pernah difungsikan. Karena BBM yang dari pertamina itu di jual seperti eceran dengan menggunakan Drum tersebut. “Selain itu patokan harga BBM di APMS harus sesuai dengan standat nasional. Sebab APMS menjualnya selalu diatas harga standat. Itupun, kalau BBM ada. Saat ini, BBM dikepulauan kosong dan harganya melambung hingga Rp. 25.000,00 per-liter,”tandasnya. Karena tidak ditemui Camat setempat, massa akhirnya menduduki kantor Kecamatan Arjasa. “Selama tuntutan tersebut tidak di kabulkan, maka massa tetap akan menduduki kantor kecamatan,”tegas Ahmad Yani. Sementara Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep, Moh. Hanafi, SIP membenarkan adanya demo warga di Pulau Kangean terkait mulai langkanya BBM diwilayah setempat. “Kami memang mendapat laporan adanya warga Pulau Kangean melakukan demo di Kantor Kecamatan Arjasa, yang menyoroti langkanya BBM,”ujarnya. Tindakan yang dilakukan Pemkab Sumenep, lanjut Hanafi, diantaranya melakukan koordinasi dengan pihak pertamina untuk memaksimalkan pengiriman BBM ke Kepulauan Kangean melalui APMS. “Solusi yang kami lakukan mengatasi persoalan pendistribusian ke Kangean ini, juga mendesak agar Pertamina mengoperasionalkan satu APMS lagi di Pulau Kangean,”ungkapnya. Hanafi mengungkapkan, selain itu, Pemkab Sumenep juga mempersilahkan warga untuk mengajukan rekom guna mengatasi kelangkaan BBM di kepulauan. “Mudah-mudahan solusi ini bisa memenuhi kebutuhan warga kepulauan terhadap BBM,”pungkasnya. ( Nita, Esha )