News Room, Rabu ( 06/10 ) Bantuan pembangunan infrastuktur bagi lembaga pendidikan Agama Islam di Kabupaten Sumenep untuk tahun 2010 ini, jauh lebih sedikit dibandingkan pada tahun 2009 lalu. Sebab, tahun ini hanya ada bantuan kepada 13 lembaga Madrasah Tsanawiyah swasta dari 214 lembaga yang ada di Kabupaten Sumenep. Yang berarti hanya sekitar 3 persen dari jumlah lembaga yang ada. Padahal tahun sebelunmnya mencapai ratusan lembaga yang menerima bantuan pembangunan infrastuktur. Sementara usulan dari lembaga untuk permohonan bantuan cukup banyak. Hal tersebut diungkapkan Kabid Mapenda Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Drs. H. Idham Chalid, MH ketika ditemui News Room, Rabu (06/10). Menurutnya, kenyataan tersebut kemungkinan banyaknya issu pada pemberian tahun-tahun sebelumnya yang diisukan negatif. “Itu mungkin yang menjadi pertimbangan untuk mengalokasikan anggaran berikutnya. Padahal, khusus di Kabupaten Sumenep dari sejumlah lembaga MI yang menerima hasil pembangunannya rata-rata melebihi nilai bantuan yang diterima,”jelas H. Idham. Diungkapkan, pihaknya sangat berharap kedepan lembaga-lembaga pendidikan Islam itu kembali mendapat bantuan infrastruktur, karena pihaknya menilai keberadaan infrastruktur itu betul-betul dimanfaatkan dengan baik. Disamping itu, banyaknya lembaga pendidikan Islam di Sumenep, mulai dari Raudhatul Adfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA) diharapkan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para tenaga pengajarnya. Sebab, berdasarkan data yang ada, dari 19.000 guru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, sekitar 50 persen masih belum memenuhi syarat kwalifikasi yang ditentukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sebab, rata-rata mereka masih menempuh pendidikan S-1. ( Ren, Esha )