News Room, Jumat ( 14/09 ) Perkembangan ekonomi di Madura mendapat perhatian khusus pemerintah pusat. Untuk menggenjot perekonomian di Pulau Garam itu, pemerintah siap menggelontorkan dana triliunan rupiah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, di antara 5 Kabupaten termiskin di Jawa Timur, 4 berasal dari Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Untuk itu, kita akan lakukan upaya percepatan pembangunan di Madura,”ujarnya setelah rapat koordinasi pembahasan wilayah Madura di Kantor Menko Perekonomian kemarin, Kamis (13/09). Menurut Hatta, pemerintah akan mengoptimalkan pengembangan infrastruktur listrik, air bersih, dan jalur transportasi. Selain itu, akan ada upaya terpadu untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan di bidang usaha garam dan perkebunan. “Kami juga pikirkan bagaimana pengembangan wisata dan industri kreatif disana,”katanya. Hatta menyebut, untuk mencapai target program-program jangka pendek seperti menaikkan rasio elektrifikasi yang baru 48,67 persen, penyediaan air bersih, serta pembangunan jalan, pemerintah tahun depan menganggarkan dana hingga Rp. 1,5 triliun. “Dana itu disalurkan melalui Kementerian PU (Pekerjaan Umum), Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), maupun Kementerian Pertanian,”ucapnya. Untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan di industri garam, lanjut dia, pemerintah akan mengoptimalkan peran PT. Garam (Persero) untuk menyerap garam produksi petani, guna menjaga stabilitas harga. “Selain itu, akan dikembangkan tebu di lahan kering. Ini sudah dimulai dan sukses. Maka, diperluas,”ujarnya. Bagaimana pengembangan kawasan industri ? Menurut Hatta, pengembangan kawasan industri di kaki Jembatan Suramadu akan dipadukan dengan rencana pembangunan pelabuhan kapal skala internasional. “Tapi, ini memang butuh investasi besar dan perlu waktu, paling tidak 2 tahun,”katanya. Sebelumnya, Deputi Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian, Luky Eko Wuryanto mengatakan, ada 2 kendala yang dihadapi dalam pengembangan kawasan industri di Madura. “Pertama, soal lahan yang belum beres. Kedua, konsep studi pembangunan masih jalan di tempat. Ini dulu yang harus segera diselesaikan,”ujarnya. ( JP, Fery )