News Room, Selasa ( 18/08 ) Kegiatan ramah-tamah dengan perintis pejuang kemerdekaan dan para janda pahlawan kemerdekaan di Kabupaten Sumenep, dilaksanakan sebagai penyambung batin antara generasi yang terdahulu dengan generasi saat ini, sehingga diharapkan tidak hanya silaturrahmi dalam bentuk fisik, namun batin juga bersatu dalam persamaan persepsi untuk membangun Sumenep.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Ramah-Tamah Bupati Sumenep dengan para perintis pejuang kemerdekaan dan warakawuri di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Selasa (18/08).
”Dengan silaturrahmi ini, kita bisa membangun semangat pengorbanan dan pengabdian seperti yang dilakukan para perintis pejuang kemerdekaan, karena kita tidak akan bisa menikmati kemerkdekaan ini tanpa mereka,”ungkap Bupati Sumenep ini.
Dikatakan, jika para pejuang kemerdekaan dulu merupakan pendobrak, sementara generasi setelah kemerdekaan ini merupakan generasi pembangun, sehingga harapan para pejuang kemerdekaan, agar Indonesia merdeka bisa terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya, dan mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai tantangan.
Sebab, diakui Bupati Sumenep ini, jika setiap jaman ada tantangan tersendiri. Karena itu, sebagai pimpinan birokrasi di Kabupaten Sumenep, harus visioner, karena hal itu merupakan bagian dari perjuangan pula. Bagaimana merefleksi perjuangan dahulu dengan saat ini, salah satunya dengan meningkatkan kesehatan masyarakat, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan berbagai program, karena setiap jaman ada tantangannya sendiri dan solusi yang berbeda,”tambahnya.
Sementara dalam kegiatan ramah tamah dengan perintis pejuang kemedekaan dan para warakawuri, juga menghadirkan mantan Ketua DPRD Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH, dengan memberikan tausiyah dan spirit perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan perjuangan masa lalu. ( Ren, Esha )