Setiap tahun utamanya pada musim penghujan hingga pada masa pergantian musim, sering dimanfaatkan oleh orang yang mengaku dari Dinas Kesehatan Sumenep, menjajakan obat ABATE , yaitu berupa obat serbuk yang berguna menstrerilkan air mandi dari jentik nyamuk. Orang ini biasanya menjual dengan cara Dor To Dor (dari pintu kepintu) kayaknya sales obat. Padahal obat ABATE ini tidak dijual oleh Dinas Kesehatan Sumenep, namun biasanya diberikan Cuma-Cuma kepada masyarakat dilingkungan sekitar yang dilakukan penyemprotan oleh Dinas Kesehatan Sumenep itu. Hal tersebut diakui Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sumenep. Dr. Sinta Otomo ketika ditemui News Room kemarin disela-sela acara di Pendopo Agung Sumenep. Menurut Sinta apabila ditemukan orang yang menjual ABATE kepada masyarakat mengatas namakan dari Dinas Kesehatan itu hendaknya dilaporkan kepada petugas kepolisian. Sebab menurut Sinta itu tidak benar. Dan Dinas kesehatan memang memberikan secara Cuma-Cuma obat itu untuk penanggulangan nyamuk demam berbadarah (DB). Sementara itu Anggota Dewan Sumenep, Badrus syurur berharap Dinas kesehatan mensosialisasikan kepada masyarakat, jika memang ditemukan orang yang mencatut Dinas Kesehatan menjual obat ABATE dengan cara merayu calon pembeli. Sebab Badrus mengaku juga pernah ditawari Obat tersebut oleh penjualnya. Namun saat itu belum mengendus adanya penipuan seperti itu. Bahkan itu tidak hanya terjadi di kepulauan saja, diseputar kotapun juga ada penjual obat ABATE itu dengan cara Dor To Dor. Kalau memang menjualnya tidak mencatut dan murni menjual obat tak apa, tapikalau memanfaatkan Instansi itu sudah pelangaran.(Ren)