News Room, Selasa ( 15/12 ) Musim hujan tahun ini dipengaruhi oleh kondisi alam yang membuat sebagian wilayah di Indonesia mengalami keterlambatan awal masuknya. Dan yang paling belakangan sekali ialah Sumenep dan kepulauan di sekitarnya, sehingga turunnya hujan di wilayah tersebut tidak kontinyu bahkan terkesan berhenti.
"Ya sebenarnya bukan berhenti, tapi memang kita belakangan musim hujannya. Oleh karena itu selalu waspada,"kata Prakirawan Cuaca BMKG Kalianget, Endriyono, pada Media Center.
Secara umum, seperti yang disebut Endri sebelumnya, hal ini merupakan pengaruh dari El Nino, dan kebetulan yang mendapat efeknya termasuk wilayah Indonesia.
"Ya mas kita paling akhir. Apalagi zona musim Sumenep dan kepulauan Sumenep paling belakangan,"tambahnya. Saat ini curah hujan mulai jarang turunnya.
Namun hal inilah yang mesti diwaspadai menurut Endri. Karena kondisi cuaca yang demikian menimbulkan kemungkinan turunnya hujan yang lebat secara tiba-tiba. "Tak hanya itu, yang paling diwaspadai puting beliung,"tambahnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, El Nino menurut Endri adalah suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik sekitar equator, khususnya di bagian tengah dan timur.
Lautan dan atmosfer adalah 2 sistem yang saling berhubungan, sehingga penyimpangan kondisi laut berakibat pada penyimpangan kondisi atmosfer yang ujung-ujungnya menimbulkan penyimpangan iklim.
"Dalam kondisi normal, suhu di permukaan laut Indonesia mudah membentuk gumpalan awan. Namun ketika el Nino, terjadi perubahan peredaran masa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan,"jelas Endri, saat itu. ( Farhan, Esha )