Sumenep-Infokom News Room : Permasalahan di Jawa Timur memang cukup pelik, oleh karena itu penanganannya juga dibutuhkan komitmen dan usaha yang keras dari pemerintah dengan cara menggali kevalidan informasi dari informan yang berkompeten. Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Propinsi Jatim, Drs. Suwanto, M.Si, saat membuka acara pertemuan rutin Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) di Kantor Daerah Pegadaian Jl. Dinoyo Surabaya, Kamis (02/03) mengatakan, permasalahan besar yang dihadapi masyarakat Jatim saat ini sangat pelik. Banyaknya kasus yang kerap terjadi harus secepatnya diatasi, seperti masalah Upah Minimum Kabupaten (UMK), flu burung dan rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Pertemuan ini merupakan kesempatan bagi petugas humas untuk dapat menggali informasi yang tepat dan benar, agar informasi yang diberikan kepada masyarakat benar adanya,� katanya. Dijelaskannya, tentang pelaksanaan rekruitmen CPNS yang dilakukan secara desentralisasi sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Misalnya perencanaan penyusunan formasi, pengolahan hasil seleksi, pengusulan pengangkatan dan selanjutnya penempatan dalam jabatan. Pada dasarnya harus menjadi wewenang dan tanggung jawab masing-masing pejabat dan Pembina kepegawaian. Sedangkan koordinasi pelaksanaan CPNS di Kabupaten/Kota dilakukan oleh Gubernur Jatim sebagai wakil Pemerintah Pusat. Diungkapkan Suwanto, akibat dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) banyak terjadi kasus demonstrasi para buruh menuntut kenaikan upah minimum. Disisi lain para pengusaha tidak mampu berbuat banyak atas tuntutat kaum buruh terhadap UMK. “Untuk itu Pemprop dalam hal ini telah mengambil langkah konkrit. Salah satunya adanya klarifikasi informasi�, paparnya. Berdasarkan data, UMK di Jatim 2006 telah direvisi melalui SK Gubernur Jatim Nomor 188/286/KPTS/103/2005 dan PP Nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan Propinsi sebagai Daerah Otonomi dengan memperhatikan usulan dari Bupati dan Walikota di Jatim. Sementara untuk kasus flu burung (Avian Influenza), Suwanto mengatakan, Surabaya telah dilanda kepanikan terhadap kasus ini. Hal ini terbukti ditemukannya kematian unggas di daerah Kedurus Surabaya yang positif terinveksi virus flu burung. “Upaya yang telah dilakukan pemerintah terkait permasalahan itu, Dinas Peternakan Jatim dan Kabupaten/Kota akan melakukan pemusnahan massal terhadap unggas di sekitar Kedurus�, ujarnya. ( Info Jatim, Esha )