News Room, Kamis ( 20/11 ) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep, membentuk Satuan Tugas (Satgas) pematusan sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya banjir perkotaan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si menjelaskan, pembentukan Satgas pematusan itu sebagai antisipasi ketika curah hujan tinggi melanda Sumenep. Karena, setiap musim penghujan sering mengakibatkan genangan air atau banjir di kawasan perkotaan. Hal itu diduga akibat tersumbatnya drainase atau saluran air di kawasan kota. “Setiap curah hujan tinggi, di wilayah perkotaan Sumenep selalu terjadi genangan air. Makanya, kami membentuk Satgas pematusan yang salah satu tugas rutinnya adalah membersihkan kotoran atau penyumbat di saluran pembuangan air,”kata Bambang Irianto. Selain itu, Satgas pematusan juga bertugas untuk mengecek kondisi drainase guna memastikan seluruh saluran pembuangan air di kawasan perkotaan dalam kondisi bagus. “Untuk sementara jumlah personel Satgas pematusan yang kami bentuk itu sebanyak 14 orang, dari target pada tahun ini sebanyak 15 orang. Mereka bekerja setiap hari dan tugas rutinnya mengecek sekaligus membersihkan penyumbat di drainase,” terangnya. Bambang mengungkapkan, sesuai hasil evaluasi yang dilakukannya, banjir atau genangan air di sejumlah lokasi dan jalan protokol pada saat curah hujan tinggi di Kecamatan Kota, biasanya berlangsung paling lama 3 jam. “Biasanya lama genangan air di kawasan kota ketika curah hujan tinggi itu sekitar 3 jam. Kondisi tersebut pasti membuat ketidak nyamanan bagi warga. Kami bersama staf terus berusaha mencari solusi untuk mengatasinya, salah satunya dengan membentuk Satgas pematusan,”ungkapnya. Demi kelancaran program tersebut, pihaknya telah bersinergi dengan sejumlah pihak terkait, diantaranya pimpinan Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Sumenep, untuk membicarakan antisipasi terjadinya banjir perkotaan. “Penanganan banjir perkotaan tidak bisa hanya dilakukan oleh kami. Ini merupakan pekerjaan lintas sektoral. Dalam konteks teknis, air yang mengalir di drainase itu akan melalui sungai sebelum akhirnya ke laut. Oleh karena itu, kami harus bersinergi dengan pimpinan Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Sumenep,”pungkasnya. ( Nita, Esha )