New Room, Jumat ( 24/10 ) Sekitar 200-an orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Giligenting (ASPEG) ngluruk Kantor PLN Giligenting. Mereka menuntut PLN segera menyala kembali seperti semula, atau normal kembali 24 jam. Massa tersebut bergerak dari kantor PLN langsung menuju Kantor Kecamatan setempat untuk meminta pihak Kecamatan mengawal tuntutannya. Koordinator aksi, Abu Sana Maksum, Jumat pagi (24/10) di kantor PLN mengatakan, PLN harus bisa nyala secara normal dan tidak banyak merugikan masyarakat, termasuk perekomian juga macet dan bahkan pendidikan di Giligenting terbengkalai. Sementara Orator Aksi Damai, Rodi Hartono menambahkan, pihak PLN harus secepatnya menyalakan listrik secara merata, memberikan alasan yang jelas lamanya pemadaman bergilir, karena lebih dari 2 bulan, meningkatkan sosialisasi terhadap hak dan kewajiban konsumen. ‘Kalau selama ini tuntutannya tidak dipenuhi, maka pihaknya akan kembali dengan massa yang lebih banyak lagi, dan Kepala PLN Ranting Giligenting harus mundur,”tegas Rodi Hartono. Menurut Kepala Distribusi Ranting PLN Kecamatan Giligenting, Muji dihadapan ratusan demonstran menjelaskan, pihaknya minta maaf atas ketidak normalan PLN di Giligenting, semua ini karena faktor administrasi dan prosedur, sehingga pihaknya masih menunggu intruksi dari UPJ Pemekasan dan Surabaya, karena Sub Ranting Giligenting hanya sebagai pelaksana saja. “Pihaknya juga berjanji, hari Sabtu depan akan diusahakan sudah normal, karena pihaknya akan terus berkomunikasi dengan pihak UPJ Pamekasan dan Surabaya,” ungkapnya. Ditempat yang sama, Camat Giligenting, Drs. Amirul Muslimin mengatakan, pihaknya akan terus mengawal dan berjuang untuk msyarakat Giligenting, agar listrik di wilayah secepatnya normal kembali dan masyarakat tidak resah dan dirugikan. ( Rahman, Esha )