News Room, Jumat ( 13/09 ) Pemberangkatan petugas haji pemungkas dilaksanakan hari ini. Kemeterian Agama (Kemenag) tadi malam memberikan pembekalan akhir kepada petugas haji yang akan bertugas di Daerah Kerja (Daker) Makkah. Informasi terkini kondisi Makkah dan sekitarnya diulas dalam pembekalan. Pemberangkatan petugas Daker Makkah tersebut menyusul tim petugas Daker Jeddah dan Madinah yang terbang lebih dahulu. Total petugas haji Daker Makkah berjumlah 414 orang. Perinciannya, 249 orang dari unsur Kemenag, dan 165 orang dari unsur Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Mereka bertugas di sepuluh sektor. Mereka diterbangkan dengan pesawat Garuda dan Emirates siang hari ini (13/09). Pembekalan petugas haji Daker Makkah itu dipimpin Direktur Pembinaan Haji dan Umroh Kemenag, A. Kartono. “Saya baru beberapa hari kembali dari Makkah. Kondisi riil di sana masih perlu perhatian khusus,” tandasnya. Yang perlu diperhatikan petugas, antara lain adalah penyempitan kawasan tawaf dan area sai. Kartono mengatakan, jalan menuju area sai menyempit dan berkelok-kelok. “Bantu jamaah haji, jangan sampai ada yang tersesat atau bingung,”ujar dia. Kartono memperkirakan bakal terjadi penumpukan jamaah pada pertemuan arus jamaah haji yang selesai tawaf lalu sai dan sebaliknya. Kondisi lain yang harus diwaspadai petugas haji adalah urusan cuaca. “Saya di sana benar-benar merasakan kepanasan,”tuturnya. Untuk itu, dia berharap petugas tidak hanya mengurusi jamaah haji, tetapi kesehatan dirinya jangan sampai ngedrop. Kartono meminta setiap petugas haji membawa perbekalan air minum dan kurma. Imbauan lain yang ditekankan Kemenag adalah perilaku petugas haji selama di Arab Saudi. Dia mengatakan, masih ada laporan petugas haji menjalin asmara atau pacaran saat bertugas. Baik itu sesama petugas haji, dengan tenaga musiman setempat, maupun dengan jamaah haji. “Telinga saya masih saja mendengar laporan ada petugas yang pacaran. Panas mendengarnya,”tandas Kartono. Dia meminta petugas benar-benar niat bertugas dan beribadah serta bisa menjaga perilaku selama di Arab Saudi. Pembagian petugas perempuan dan laki-laki diatur dengan baik. Sementara itu, untuk meningkatkan layanan transportasi, Daker Makkah telah berkoordinasi dengan para sopir asal Indonesia yang akan melayani jamaah haji Indonesia di Makkah. Menurut Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat, mereka direkrut perusahaan Rawahel yang melayani jamaah haji di wilayah Bakhutmah. Arsyad juga menjelaskan, para sopir itu umumnya merupakan mukimin Makkah yang sudah mengetahui dan memahami peta dan lokasi Kota Makkah. “Pekerjaan mereka memang sopir. Latar belakang cukup beragam, ada yang berasal dari Sunda, Jawa, madura, juga dari Sulawesi,”ujar Arsyad. ( JP, Esha )