News Room, Jum’at ( 01/07 ) Meskipun belum masanya para petani tembakau panen, namun antisipasi terhadap permaianan harga tembakau perlu terus menjadi perhatian semua pihak. Mulai dari dinas terkait, pabrikan maupun para pengusaha ditingkatan bawah hingga gudang. Salah seorang, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sumenep, Sonhaji Darmadi mengingatkan, agar para pelaku perdagangan tembakau maupun para pemangku kebijakan tidak bermain-main dengan nasib petani tembakau. “Sebab, sudah beberapa tahun para petani terlilit persoalan gagal dalam penanaman tembakau akibat cuaca yang tiada menentu. Bahkan, persoalan harga tembakau yang selalu dipermainkan dan tidak jelas standartnya,”ujarnya. Menurutnya, petani sudah lama mengalami paceklik akibat tanam tembakau gagal, sehingga untuk saat ini pihaknya menghimbau kepada gudang gudang dan pabrik, untuk berlaku adil. Karena sudah waktunya balas jasa kepada petani tembakau yang sudah tahun tahun mengalami kerugian yang tidak sedikit. Jadi, jangan ampai petani terlalu dicekik oleh berbagai peraturan yang tidak boleh tidak harus dijalani, seperti pengantian tikar serta tali bungkus tembakau. Pada hakikatnya seluruh biaya itu memang haknya gudang. Bukan malah dibebankan para petani lagi. “Yang terjadi selama ini, meskipun tembakau sudah dibeli petani masih harus mengganti biaya pembelian tikarnya, kan lucu,“kritiknya. Sonhaji juga menambahkan, isi Undang-Undang Nomor 06 tahun 2002, tentang Pencabutan sampel (poster), maksimal satu kilogram per-bungkus. Jika gudang mengambil lebih dari patokan yang telah ditetapkan oleh UU tersebut, maka ini bisa dikatagorikan penipuan atau korupsi. Hanya saja, hingga saaat ini belum ada pedagang yang melaporkan hal itu kepada pemerintah terkait. Karena itu, pihaknya akan berusaha untuk melakukan pemantauan yang lebih cermat dan akan menciptakan terobosan baru bersama pihak terkait. Yakni, dengan mencarikan solusi yang akurat, agar tidak terjadi monopoli perdagangan serta dapat menciptakan pencerahan bagi masyarakat petani tembakau agar tidak lagi dipermainkan. “Karena itu, meskipun sempat terjadi hujan diharapkan para petani untuk lebih percaya diri, bahwa menanam tembakau pada tahun ini sebagai pemulihan penghasilan dari kerugian yang dialami sebelumnya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )