News Room, Selasa ( 05/04 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menekankan jajaran Dinas Kesehatan, terutama Bidan Desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada warga masyarakat, sebab angka kematian ibu dan bayi masih tinggi. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat memberi pengarahan pada Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) se Kabupaten Sumenep di Gedung Ki Hajar Dewantoro, Selasa (05/04) mengatakan, kualiatas kesehatan di Kabupaten Sumenep masih rendah. Sebab, indikataor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang kesehatan berdasarkan data yang menunjukkan angka harapan hidup, yakni pada tahun 2009 sebesar 65,86 dan tahun 2010 sebesar 66,26. Mengacu pada angka harapan hidup tersebut, menunjukkan bahwa angka kematian ibu dan bayi masih tinggi. Untuk itu, pihaknya berharap jajaran Dinas Kesehatan, khususnya Bidan Desa untuk melakukan terobosan baru dalam rangka meminimalisir angka kematian ibu dan bayi. ”Ini menuntut peran semua pihak, khususnya Bidan Desa untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, kalau angka harapan hidup ingin naik, tentunya kita bersama-sama bagaimana berusaha semaksimal mungkin melahirkan terbosan baru untuk meningkatkan kesehatan. Sebab, tingginya angka kematian ibu dan bayi sudah merupakan bukti masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan,”tegasnya. Bupati menyatakan, Bidan Desa yang berperan penting, terutama di daerah terpencil dan kepulauan sebagai ujung tombak di Desa dalam menjalankan tugasnya, menjalin kemitraan dengan dukun bersalin dalam wilayah kerjanya. Itu dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, mengingat kultur masyarakat masih kuat untuk melahirkan anaknya lebih mengutamakan pertolongan dukun bayi. ”Selain itu, Bidan Desa diantaranya juga melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil, melakukan asuhan persalinan fisiologis pada ibu bersalin dan menyelenggarakan pelayanan bagi bayi yang baru lahir di wilayah kerjanya,”ungkapnya. Sementara itu, Bidan PTT se Kabupaten Sumenep jumlahnya mencapai 229 orang. ( Yasik, Esha )