Sumenep-Kominfo News Room : Angin putting beliung kembali melanda Desa Karang Anyar Kecamatan Kalianget. Namun, amukan angin puyuh yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB tidak terlalu besar seperti musibah serupa pada 13 Januari 2005 lalu. Angin putting beliung yang terjadi tahun lalu itu memporak-porandakan 36 rumah rusak dengan rincian 9 rusak total; 3 rusak berat; dan 29 rusak ringan. Selain itu, 3 perahu dan 7 tempat pengeringan ikan ikut dilalap oleh angin puyuh, dengan total kerugian material sekitar Rp. 398 juta. Camat Kalianget, H. Ach. Nursalam, S.Sos, M.Si dan Kapolsek Kalianget, AKP Wachid Arifaini SH, ketika dikonfirmasi News Room, angin puting beliung hanya berlangsung sekitar 5 menit dan tidak terlalu besar, sehingga dampaknya pun dalam skala ringan dan hanya menjatuhkan atap genting di puluhan bangunan di Dusun Pelebunan dan Dung-Mondung Desa Karang Anyar. Musibah angin puting beliung ini tidak memakan korban jiwa. Tapi, Karsini (55), warga Dusun Palebunan mengalami luka ringan. Camat Kalianget menjelaskan, setelah menerima laporan adanya angin puting beliung di Desa Karang Anyar, pihaknya bersama sejumlah stafnya langsung meluncur ke lokasi. Setelah diinventarisir, ada 18 rumah, 3 toko, 15 gudang penyimpanan garam yang semi permanen dan terbuat dari gedek, dan 3 gudang milik PT. Garam yang disapu angin puyuh. Namun, amukan angin puting beliung itu hanya mengenai bagian atas bangunan. Itu pun tidak terlalu besar dan hanya sebagian kecil genting saja yang berjatuhan akibat disapu angin putting beliung tersebut. H. Nursalam menjelaskan, untuk korban luka ringan, yani Karsini, yang luka ringan di kepala bagian kanannya, karena kejatuhan pecahan genting rumahnya. Dan yang bersangkutan langsung mendapat perawatan medis. ( JuP-02, Esha )