News Room, Kamis ( 21/06 ) Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, Kamis (21/06) pagi, turun jalan dalam aksi menolak ekplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (Migas) diwilayah setempat. Mereka menyuarakan penolakan Migas, di depan Kantor DPRD Sumenep, dengan melakukan long march dari taman bunga. Sambil berorasi, para aktivis itu membentangkan poster bertuliskan kecaman terhadap eksplorasi dan eksploitasi Migas. Diantaranya, “Eksplorasi dan eksploitasi Migas rugikan rakyat”, dan “Stop eksplorasi dan eksploitasi Migas”. Korlap aksi, Satnawi, dalam orasinya meneriakkan bahwa gerakan yang dilakukannya ini, demi kepentingan masyarakat serta untuk menyelematkan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Sumenep. “Kekayaan alam yang ada di Sumenep diakui melimpah, dan sudah dikelola oleh perusahaan Migas. Tapi hasilnya, belum dinikmati oleh masyarakat,” kata Satnawi, di depan Kantor DPRD Sumenep, Kamis (21/06). Menurut Satnawi, selama ini tidak ada kontribusi yang jelas bagi masyarakat atas eksploitasi Migas di Sumenep. Pihaknya menduga ada permainan politis guna kepentingan pribadi maupun golongan. “Kecenderungan kearah sana sangat besar. Buktinya, kontribusi belum bisa dinikmati oleh masyarakat Sumenep. Makanya, kami akan terus mengawal penolakan Migas ini,” terangnya. Untuk itu, aktivis PMII meminta para wakil rakyat mendukung gerakan mahasiswa untuk menolak pengeboran Migas di Sumenep. Aksi PMII ini berlangsung damai, karena setelah mereka berorasi sekitar 15 menit, akhirnya Wakil Ketua DPRD Sumenep, Faisal Mukhlis, S.Ag dan anggota Komisi B, Sjamsul Ma arif keluar dan menemui pengunjuk rasa. “Sebagai wakil rakyat, kami sepakat dan mendukung segala tuntutan yang diperjuangkan para adik-adik mahasiswa. Apapun tuntuan itu, sekalipun penolakan eksplorasi Migas yang dianggap tidak menguntungkan masyarakat, ya kami sepakat menolak,” kata Wakil Ketua DPRD Sumenep, Faisal Mukhlis. Faisal menyatakan siap mengawal gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan aspirasinya. “Bentuknya, ya kami akan mendesak anggota Komisi B DPRD Sumenep, yang memang berkecimpung soal Migas, supaya melakukan koordinasi dengan eksekutif. Kami kan hanya bertugas untuk pengawasan saja, kalau ternyata Migas tidak menguntungkan masyarakat, lebih baik dihentikan saja,” tegasnya. Usai berdialog dengan anggota DPRD, para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. ( Nita, Fery )