Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-12-2010
  • 595 Kali

Akibat Anomali Cuaca, Sejumlah Produksi Pertanian Menurun

News Room, Kamis ( 02/12 ) Akibat perubahan sistim global katulistiwa dan anomali cuaca yang ekstrim di tahun 2010 ini, sejumlah produksi pertanian di Kabupaten Sumenep juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Sebab, musim kemarau yang biasanya terjadi pada bulan April kali ini, mundur hingga bulan Juli. Bahkan, pada musim hujan pun banyak terjadi curah hujan yang cukup lebat disejumlah daerah, yang tidak hanya terjadi di Kabupaten Sumenep, namun juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Satam, M.Si mengungkapkan, disamping cuaca yang tidak bersahabat, juga adanya dampak terjadinya La Nina di Samudra Atlantik Tengah, banyak terjadi curah hujan besar, banjir, longsor dan sebagainya. “Namun kita tetap bersyukur, banyak petani di Kabupaten Sumenep, yang terus memperluas areal pertaniannya, dengan berbagai macam tanaman, seperti jagung dan kedelai,”ujar H. Satam. Bahkan, luas areal tanaman jagung tahun 2010 ini mencapai 163.757 hektar, sedangkan tahun 2009 lalu seluas 157.442 hektar, sehingga otomatis hasil produksi jagung tahun ini juga meningkat. Sedangkan produksi kedelai memang turun dari 1,6 ton menjadi 1,4 ton. Ditambahkan, utuk produksi jagung di Kabupaten Sumenep bahkan memiliki potensi benih jagung lokal yang dipusatkan di Kecamatan Guluk-guluk, Ganding dan Kecamatan Talango. Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga mendapat Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) melalui APBN 2010, berupa padi hibrida, jagung hibrida dan kacang tanah. ( Ren, Esha )