News Room, Rabu ( 06/05 ) Anomali cuaca memiliki banyak efek pada aktivitas warga. Salah satu yang terkena langsung efek anomali cuaca adalah petani tembakau. Mundurnya musim kemarau secara otomatis, juga berefek mundurnya musim tanam bahan utama rokok ini.
“Semestinya bulan Mei ini merupakan lazimnya petani menanam tembakau. Tapi karena adanya anomali cuaca, maka musim tanam tembakau mundur. Sebab curah hujan kembali meningkat,”kata Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Endriyono pada News Room, Rabu (06/05).
BMKG Kalianget memprediksi awal bulan depan sebagai awal masuknya musim kemarau, sehingga dengan demikian, BMKG mengimbau agar petani tembakau menunggu sekitar satu bulan lagi.
“Ya, yang jelas musim panen juga ikut mundur,”kata Endri, panggilan akrab Endriyono, sambil tersenyum.
Sebelumnya diberitakan, akibat timbulnya siklon tropis di wilayah selatan perairan Jawa menimbulkan anomali cuaca, sehingga musim kemarau yang awalnya diperkirakan maksimal masuk di dasarian pertama bulan Mei 2015, pun akhirnya mengalami kemunduran.
Siklon tropis dari perairan Australia itu mengakibatkan peningkatan curah hujan untuk wilayah Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara. ( Farhan, Esha )