Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-10-2007
  • 530 Kali

Ahli Falak Saudi : Hari Raya Idul Fitri 13 Oktober

Sumenep-Kominfo News Room : Ahli Ilmu Falak (Astronomi) Arab Saudi menyatakan, berdasarkan perhitungan, Hari Raya Idul Fitri 1428 Hijriyah akan jatuh pada hari Sabtu 13 Oktober 2007. Perhitungan iqtiran (kedekatan) antara matahari dan bulan yang dilakukan tim ahli falak Universitas King Fahd mendapatkan hilal (bulan sabit) pada saat matahari tenggelam baru terlihat pada Jum’at, 12 Oktober 2007. Dr. Ali Bin Mohammed Al-Shukri, Kepala Jurusan Fisika Universitas King Fahd mengatakan, iqtiran matahari dan bulan itu terjadi pada Kamis (11/10) pukul 08 pagi lewat 02 menit waktu Saudi. “Dengan demikian, kelahiran bulan baru (bukan munculnya bulan sabit) akan terjadi pada Kamis sekitar 1 menit sebelum matahari tenggelam”, kata Al-Shukri kepada harian berbahasa Arab Al-Watan. Berdasarkan perhitungan falak yang mendasarkan penentuan awal bulan dari terlihatnya bulan, menurut Al-Shukri, tidak memungkinkan untuk melihat hilal pada saat matahari tenggelam pada Kamis malam, karena tidak muncul di ufuk. Untuk itu, Jum’at tidak mungkin sebagai awal Idul Fitri. Hilal, lanjut Al-Shukri, akan dapat dilihat pada Jum’at malam, karena pada saat matahari tenggelam, bulan sabit berada pada ketinggian enam derajat di atas ufuk. “Pada saat itu umur hilal tersebut 36 jam atau 2 prosen dari total bulan purnama”, jelasnya. Hasil perhitungan tim ahli falak Uni Emirat Arab (UEA). Perhimpunan Ahli Astronomi UEA (The Emirates Astronomical Society) yang berkantor di Abu Dhabi meyakini awal Idul Fitri 1428 Hijriyah, jatuh pada hari Sabtu 13 Oktober 2007. Kantor berita UEA, WAM, mengutip Mohammed Shaukat Awda, Ketua The Islamic Crescents’ Observation Project (ICOP) mengatakan, hasil perhitungan 350 ahli falak mendapat perhitungan awal Syawal akan terjadi pada 13 Oktober. “Jatuhnya awal Syawal pada Sabtu terjadi di sebagian besar negara muslim,” ujar Awda. ( JP, Esha )