Sumenep-Infokom News Room : Abdul Maafi (17) pecatur nasional asal Sumenep Madura yang kini memegang Master Percasi (MP) kembali akan mengikuti Kejuaraan Perang Bintang Catur di Jakarta, 16 hingga 21 Nopember 2005 ini. Abdul Maafi merupakan salah satu dari tiga pecatur Jawa Timur yang diundang untuk kejuaraan bergengsi tersebut. Dua pecatur lainnya, adalah Basofi asal Probolinggo dan Erfan asal Jember. Pecatur yang turun di kelas Junior B ini akan berpeluang memperbaiki eloratingnya dalam kejuaraan bergengsi itu. Seperti yang diberitakan media massa, Abdul Maafi dipastikan gagal berangkat ke Jakarta. Salah satu penyebab kegagalannya itu, karena ia tidak punya uang saku. Abdul Maafi yang pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep ini mengaku sempat kecewa. Sebab kondisi tersebut menunjukkan tidak adanya perhatian dari induk organisasi catur di Sumenep, Percasi.Bahkan sebelumnya, Maafi pernah juga gagal mengikuti kejuaraan. Diceritakan, dirinya juga sempat gagal mengikuti Kejurnas Catur di Tarakan Kalimantan Timur tahun 2005 dan Kejuaraan Catur Asia di Thailand tahun 2005. Penyebabnya juga sama, karena seretnya dana untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Yang patut disesalkan, salah satu pengurus Percasi Sumenep, Zaini, terkesan menahan keberangkatan Maafi ke Jakarta. Terbukti, saat salah seorang anggota keluarga Maafi hendak meminta surat panggilan Maafi dari Pengda Percasi Jawa Timur, Zaini tak merespon dan terkesan cuek. Padahal, dengan surat panggilan tersebut, bisa dipakai untuk menggugah pihak-pihak yang peduli untuk membantu Maafi, agar bisa berangkat ke Jakarta. “Padahal surat itu ‘kan penting untuk dijadikan lampiran dalam surat permohonan pencarian dana. Tapi ternyata, Zaini terkesan keberatan. Alasannya juga tidak jelas�, ujarnya. Demi masa depan Master Percasi (MP) yang dimiliki Kabupaten Sumenep ini, pihak keluarga terpaksa memberangkatkan Abdul Maafi ke kejuaraan bergengsi itu dengan biaya sendiri. Hal ini dilakukan, karena jika tidak mengikutinya atau gagal berangkat, maka posisi pecatur muda ini di diskualifikasi, sehingga prestasinya akan terancam. ( Esha )