Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-03-2016
  • 524 Kali

857 Pelanggar Ranmor Terjaring Operasi Simpatik Semeru 2016

News Room, Rabu ( 30/03 ) Sebanyak 857 pelanggar lalu lintas terjaring selama Operasi Simpatik Semeru 2016, yang dilaksanakan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Ke 857 pelanggar itu, meliputi 700 pelanggar yang dilakukan tindakan langsung (tilang), dan sisanya 157 pelanggar hanya dilakukan teguran saja,”kata Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Nadzir Syah Basri, Rabu (30/03).

Ia menuturkan, bagi 700 pelanggar yang ditilang itu, 80 persen adalah pengendara roda 2, dan 20 persennya pengendara roda 4. “Memang sebagain besar pelanggar itu dari kalangan swasta, karena lokasi yang menjadi titik Operasi Simpatik hanya terpusat di Jalan Panglima Sudirman,”terangnya.

Pada Operasi Simpatik Semeru tahun ini berbeda dengan tahun lalu, yang lebih mengedepankan tertib berlalu lintas. “Operasi Simpatik Semeru 2016, kita fokus dan maksimalkan Kawasan Tertib Lalulintas (KTL). Dalam artian, tidak menargetkan suatu penindakan pelanggaran, tapi pembenahan fasilitas sarana prasaran yang ada diruas jalan tersebut,”tukasnya.

Kasatlantas mengungkapkan, selama 21 hari Operasi Simpatik itu, mulai tanggal 1 hingga 21 Maret 2016, petugas Satlantas ditempatkan di Jalan Panglima Sudirman sebagai KTL, karena sudah ada Peraturan Bupati (Perbup)-nya tahun 2004.

“Di ruas jalan Panglima Sudirman sebagai kawasan pertokoan dan rumah makan, arus lalin sangat semrawut dan banyak pengendara yang melanggar rambu-rambu, seperti dilarang parkir tetap saja berhenti untuk memarkir kendaraannya,”ungkapnya.

Namun, pihaknya mengaku lega karena penertiban tersebut membuahkan hasil. Saat ini kesemrawutan di Jalan Panglima Sudirman seudah 70 persen berkurang.

“Kalau kita lihat dinamika selama operasi mengalami penurunan dari sebelumnya, semrawut menjadi teratur. Kita akan terus melakukan lanjutkan penertiban, dengan cara diawasi secara berkelanjutan. Kalau sudah tertib, kita akan ganti ke ruas jalan lainnya,”pungkasnya. ( Nita, Esha )